DUNIA

Kamis, 30 Agustus 2018 | 08:12 WIB

Penyakit Seks di AS Capai Rekor Tertinggi

Penyakit Seks di AS Capai Rekor Tertinggi
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Washington DC--Jumlah penderita penyakit menular seksual, seperti klamidia, gonore atau "kencing nanah" dan sifilis di AS tahun 2017 menyentuh rekor tertinggi. Demikian pernyataan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

VOA hari Kamis (30/8/2018) mengutip AFP memberitakan, belum diketahui pasti penyebab lonjakan jumlah penderita penyakit tersebut.

Namun, CDC mengungkapkan berdasarkan riset yang telah dilakukan sebelumnya: kemiskinan, stigma masyarakat, diskriminasi, dan penggunaan sejumlah obat disebut dapat mendorong tingkat penularan penyakit menular seksual.

Hampir 2,3 juta kasus klamidia, gonore atau kencing nanah dan sifilis didiagnosa di AS sepanjang tahun 2017.

"Angka itu melampaui rekor tahun 2016. Jumlahnya bertambah lebih 200 ribu kasus dari tahun itu," ungkap CDC lewat pernyataan tertulis.

Antara 2013 dan 2017, jumlah penderita sifilis meningkat 76% dari 17.375 kasus menjadi 30.644 kasus. Mayoritas penderitanya, yaitu sebanyak 70%, adalah laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.

Dalam jangka waktu yang sama, kasus gonore juga melonjak 67%, dari 333.004 menjadi 555.608 kasus.Jumlahnya naik dua kali lipat di kalangan lelaki homoseksual.

Namun, diagnonis paling banyak adalah pada penyakit klamidia. Jumlahnya melebihi 1,7 juta kasus sepanjang 2017. Hampir separuh (45%) penderitanya adalah perempuan berusia 15 hingga 24 tahun.

"Kita mengalami kemunduran," kata Jonathan Mermin, Direktur Pusat Nasional Pencegahan HIV/AIDS, Hepatitis, Penyakit Menular Seksual dan Tuberkolosis CDC. Ini menjadi bukti bahwa sistem pencegahan penyakit menular seksual tidak berjalan dengan baik.

Klamidia, gonore dan sifilis bisa disembuhkan dengan antibiotik.

Meskipun begitu, kerap kali infeksi penyakit ini tidak diketahui oleh penderitanya. Alhasil, penyakit tersebut bisa mengakibatkan ketidaksuburan, bayi yang meninggal di kandungan, hingga naiknya peluang terinfeksi HIV.

Pejabat CDC juga mengkhawatirkan kemunculan jenis gonore yang resisten terhadap antibiotik.

Di AS, cetriazone adalah satu-satunya antibiotik yang masih efektif mengobati gonore. [voa/lat]

#Penyakit #Seks #AS
BERITA TERKAIT
Ditufuh Menipu, Rusia Tahan Pengusaha Ternama AS
Ketegangan Pakistan dan India Meningkat
Bonceng Satelit Indonesia, Robot Israel ke Bulan
Venezuela akan Tutup Perbatasan dengan Brazil
Venezuela Minta Dukungan PBB Hadapi Agresi
Sembilan Negara Minta Sidang PBB Bahas Myanmar
Para Korban Pelecehan Seksual Temui Paus

ke atas