NASIONAL

Senin, 03 September 2018 | 21:27 WIB

KPK Bisa Jadikan Golkar Sebagai Tersangka Korupsi

Ivan Setyadi
KPK Bisa Jadikan Golkar Sebagai Tersangka Korupsi
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Setelah menjadikan sejumlah elit Partai Golkar sebagai tersangka, KPK tak menutup kemungkinan menjadikan Partai Golkar sebagai tersangka. Asalkan, ada bukti kuat aliran uang korupsi mengalir untuk kegiatan partai.

"Kalau itu bisa kita buktikan itu bisa (ada dugaan aliran suap PLTU Riau-1), tapi sampai sekarang belum," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Senin (3/9/2018).

Penetapan tersangka kepada Partai Golkar sebagai yang merupakan sebuah organisasi berbadan hukum bisa dilakukan merujuk pada Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Tindak Pidana oleh Korporasi.

Di kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1, uang suap yang diterima mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih mengalir ke Golkar saat menggelar acara Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada pertengahan Desember 2017 lalu.

"Sampe sekarang belum ada pembuktian itu dipakai atau tidak. Itu masih dalam pengembangan," ujarnya.

Eni mengaku sebagian uang Rp2 miliar yang diterima dirinya dari pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo, digunakan untuk keperluan Munaslub Golkar pada Desember 2017 lalu.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan tiga orang tersangka. Ketiganya adalah Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih, bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo dan teranyar mantan Menteri Sosial Idrus Marham.[jat]
#OTT #KPK #PLTURiau
BERITA TERKAIT
Berkas Rampung, Bos 9 Naga Segera Disidang
Divonis 13 Tahun, Syafruddin Langsung Naik Banding
Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Diperpanjang
Syafruddin Divonis 13 Tahun Penjara
Kadis Siapkan Rp400 Juta Buat Ongkos Zumi ke AS
EKs Kadis di Jambi Dipaksa Siapkan Uang Ketok Palu
KPK Periksa Dirut Merangin Karya Sejati

ke atas