PASAR MODAL

Sabtu, 08 September 2018 | 06:55 WIB

Emas Antam Melejit 317 Persen

Emas Antam Melejit 317 Persen
(Foto: Inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Volume penjualan emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di semester I-2018, tercatat 13.760 kilogram (kg). Tumbuh 317% ketimbang 3.298 kg pada periode yang sama 2017.

Direktur Utama Antam, Arie Prabowo Ariotedjo di Jakarta, Jumat (7/9/2018), menjelaskan, peningkatan tersebut seiring dengan upaya Antam meningkatkan utilitas pengolahan pabrik pemurnian serta pengembangan pasar emas Antam baik domestik maupun ekspor

Pada semester I-2018, total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung mencapai 1.041 kg, atau naik 3% dibandingkan periode sama di 2017 sebesar 1.013 kg.

Antam mencatat komoditas emas merupakan komponen terbesar pendapatan perusahaan dengan kontribusi sebesar Rp8,20 triliun, atau 69% dari total penjualan bersih.

Sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk emas, pada April 2018, Antam melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia meluncurkan emas batangan Batik Indonesia Seri II.

Dengan hadirnya produk emas batangan Batik Indonesia Seri II, Antam optimistis inovasi ini akan meningkatkan minat masyarakat dalam berinvestasi emas melalui collectible items.

Selain emas, penjualan feronikel sepanjang semester I-2018 tercatat positif, kenaikannya mencapai 90% menjadi 12.579 ton nikel dalam feronikel (TNi), dibandingkan periode sama di 2017 sebesar 6.634 TNi.

Pertumbuhan positif kinerja operasi dan penjualan komoditas utama Antam pada Semester-I ini terlihat pada volume produksi feronikel yang mencapai 12.811 TNi, atau naik 37% dibandingkan capaian produksi Semester I-2017 sebesar 9.327 TNi.

"Peningkatan performa produksi feronikel yang didukung dengan kestabilan operasional pabrik menempatkan Antam menjadi salah satu produsen feronikel global dengan biaya tunai operasi yang rendah di tengah volatilitas harga bahan bakar minyak dan batu bara internasional," kata Arie.

Arie menjelaskan penjualan feronikel tersebut merupakan kontributor terbesar kedua dari total penjualan bersih Antam, yakni menyumbang Rp2,47 triliun, atau 21% dari total penjualan bersih semester I-2018.

Sepanjang semester I-2018, volume produksi bijih nikel tercatat sebesar 3,76 juta wet metric ton (wmt), atau naik sebesar 138% dibandingkan tahun lalu, sebesar 1,58 juta wmt.

Sedangkan volume penjualan bijih nikel tercatat sebesar 1,92 juta wmt, atau tumbuh signifikan sebesar 488% dibandingkan tahun lalu, sebesar 326 ribu wmt. Antam mencatatkan pendapatan dari bijih nikel sebesar Rp849 miliar, atau tumbuh sebesar 456%.

Komoditas bauksit turut memberikan kontribusi positif pada dengan capaian produksi 416 ribu wmt, naik 102% dengan volume penjualan bauksit mencapai 256 ribu wmt, atau naik 100%. Perseroan mencatatkan pendapatan dari komoditas bauksit sebesar Rp126 miliar, meningkat signifikan, sebesar 137% dibandingkan 2017. Alhamdulillah. [tar]

#Emas #Antam
BERITA TERKAIT
Antam dan Bank BJB Syariah Kerja Sama Jualan Emas
Emas Kurang Gairah Diamuk Dolar AS
Target Ekspor SMGR 2018 Tembus Rp4,44 Triliun
Backlog Masih Tinggi, BBTN Besarkan KPR di Jatim
Menakar Peruntungan IHSG di Tahun Politik
IHSG Berakhir Untung 61,8 Poin di 5.873
Rupiah Masih Bakal Bergerak Liar dan Sulit Menguat

ke atas