MOZAIK

Rabu, 12 September 2018 | 10:00 WIB

Ketulusan Pemimpin Membangkitkan Bangsa

Ketulusan Pemimpin Membangkitkan Bangsa
(Foto: ilustrasi)
MERASA dekat dalam hati tanpa kata adalah jauh lebih baik dari pada merasa dekat dalam kata tapi kosong dalam hati. Kata-kata indah bertebaran, tapi hati yang indah apakah juga bertebaran? Sepertinya perlu sebuah penelitian.

Kita harus membiasakan diri untuk seucap dengan hati dan sekata dengan nurani. Jangan membiasakan kata-kata yang keluar dari mulut kita berada dalam posisi yang berkonflik dengan hati, perasaan, akal dan rasa karena bukan hanya "sakitnya itu di sini" tapi juga "sakitnya itu di sana." Kemunafikan dan ketidaktulusan menyakiti semuanya.

Berharap sekali bangkit dan bangunnya bangsa dari ketulusan para pemimpin dan tokoh masyarakat semuanya. Sangat dicari pemimpin sesederhana Mahatma Gandhi, sepemaaf Nelson Mandela, sebijak Abu Bakar, setegas Umar bin Khattab, sedermawan Ustman bin Affan dan secerdas serta setaat Ali bin Abi Thalib.

Semua sifat indah pemimpin tersebut ada pada Nabi Muhammad Saw yang mampu mengubah peradaban menjadi penuh nilai dengan kasih sayang dan senyum tulus, bukan dengan bentakan dan amarah yang ditampakkan ke publik. Salam. [Ahmad Imam Mawardi]
#SahabatRasulullah #Pemimpin
BERITA TERKAIT
Sahabat Nabi Ini Berdoa Hanya untuk Orang Lain
Abu Dzar, Pejuang Zuhud yang Jujur Berucap
Tidak Ada Derita Atas Nama Cinta
Senantiasa Ikhlas dengan Takdir yang Pahit
Hitunglah Diri Sendiri Sebelum Hari Perhitungan
Belajar dari Sikap Orang Lain
Meneliti Kembali Laku Diri Agar Tak Tertipu

ke atas