NASIONAL

Senin, 10 September 2018 | 21:11 WIB

#BersatuUntukRupiah Berkumandang

Ray Muhammad
#BersatuUntukRupiah Berkumandang
(Foto: inilahcom/ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Masih melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS membuat warganet kembali mengungkapkan keprihatinannya lewat kicauan mereka di Twitter, Senin (10/9/2018).

Tagar #BersatuUntukRupiah pun menggelora di Twitter hingga merajai trending topic di posisi pertama. Tagar ini berisi kicauan warganet yang beragam mulai dari kekecewaan hingga optimisme mereka terhadap Rupiah.

Akun @rezaamada1 mencuit, "Dolar naik biasa biasa aja? MATA LU BUTA, TELINGA LU TULI, HATI LU MATI, kalian ngga pernah ke pasar sih! Liat emak emak di pasar kasihan susah untuk membeli barang barang murah, kalian tidak pernah melihat rintisan tangisan orang miskin yang kesusahan,MIKIR #BersatuUntukRupiah."

"Pemerintah mewajibkan kepada penggunaan komponen dalam negeri di sektor energi dan sumber daya mineral. kebijakan ini merupakan salah satu cara pemerintah untuk meredam lajunya pelemahan rupiah. #kuwera#2019JokowiMaruf#BersatuUntukRupiah," kicau @gilangsukma50.

@dwiDududu menimpali, "Kalau beli kosmetik emang lebih suka yang lokal sih, lebih murah, mudah dicari dan sekarang kosmetik lokal udah makin inovatif kok. Package-nya juga makin lucu2. Lagian cocok untuk daerah tropis. Kalau mau rupiah menguat harus dimulai dari diri sendiri. #BersatuUntukRupiah."

Adapun hingga kini nilai tukar 1 USD berada pada kisaran Rp14.875. Nilai tukar ini masih dianggap belum stabil oleh ekonom dan berbagai pihak yang kerap mengkritisi pemerintah. [ton]

#RupiahMelemah
BERITA TERKAIT
(Penertiban Reklame DKI) Anies Disarankan Lakukan Mediasi Bareng Pengusaha
Penertiban Reklame, Anies Ditantang Setegas Risma
(Dibantu KPK dan Kejaksaan) Anies Bisa Usut Pengemplang Pajak Lewat Reklame
Tertibkan Reklame, Wajar Anies Libatkan KPK
(Wawancara Sandiaga Uno) Prabowo-Sandi Akan Ulangi Sukses Anies-Sandi
Ini Alasan Sandi Bakal Ziarah ke Makam Gombloh
Petahana Unggul, Sandi: Ini Menggulung Seperti DKI

ke atas