MOZAIK

Kamis, 13 September 2018 | 06:00 WIB

Pengembara: Bajuku Hanya Satu Ini

Pengembara: Bajuku Hanya Satu Ini
(Foto: ilustrasi)
NASRUDIN sedang mengembara cukup jauh ketika ia sampai di sebuah kampung yang sangat kekurangan air. Menyambut Nasrudin, beberapa penduduk mengeluh,

"Sudah enam bulan tidak turun hujan di tempat ini, ya Mullah. Tanaman-tanaman mati. Air persediaan kami tinggan beberapa kantong lagi. Tolonglah kami. Berdoalah meminta hujan."

Nasrudin mau menolong mereka. Tetapi ia minta dulu seember air. Maka datanglah setiap kepala keluarga membawa air terakhir yang mereka miliki. Total terkumpul hanya setengah ember air.

Nasrudin melepas pakaiannya yang kotor, dan dengan air itu, Nasrudin mulai mencucinya. Penduduk kampung terkejut, "Mullah ! Itu air terakhir kami, untuk minum anak-anak kami!"

Di tengah kegaduhan, dengan tenang Nasrudin mengangkat bajunya, dan menjemurnya. Pada saat itu, terdengar guntur dahsyat, yang disusul hujan lebat. Penduduk lupa akan marahnya, dan mereka berteriak gembira.

"Bajuku hanya satu ini," kata Nasrudin di tengah hujan dan teriakan penduduk, "Bila aku menjemurnya, pasti hujan turun deras!" []

[Catatan Trik ini sering digunakan oleh kaum sufi -- menggunakan keterjepitan-keterjepitan untuk hal-hal yang berbeda.]
#Pengembara #Baju #Hujan
BERITA TERKAIT
Tenangkan Jiwa, Jadilah Pemimpin Kebaikan
Wanita Bertato Tobatlah, Laknat Allah Menantimu
Allahu Akbar, Nur Muhammad Ada Hingga Akhir Zaman
Jangan Menikahi Wanita Hamil Jika tak Tau Hukumnya
Tidak Ada Derita Atas Nama Cinta
Senantiasa Ikhlas dengan Takdir yang Pahit
Hitunglah Diri Sendiri Sebelum Hari Perhitungan

ke atas