DUNIA

Rabu, 12 September 2018 | 12:57 WIB

Badai Florence Siap Terjang AS

Badai Florence Siap Terjang AS
Badai Florence tampak sedang bergerak menuju pantai timur AS. (Foto: bbc)

INILAHCOM, North Carolina--Badai Florence--yang disebut sebagai paling kuat di negara bagian North dan South Carolina selama hampir 30 tahun--diperkirakan akan menerjang sejumlah negara bagian dalam 48 jam mendatang.

Dengan kecepatan angin 225 kilometer per jam, badai tersebut diperkirakan akan mendatangkan banjir yang "bisa mengancam nyawa", demikian BBC melaporkan Rabu (12/9/2018).

Negara bagian Virginia, Maryland, Washington DC, serta North dan South Carolina telah mengeluarkan status darurat.

"Badai ini adalah monster. Ukurannya besar dan ganas. Badai yang luar biasa berbahaya, mengancam nyawa, dan bersejarah," kata Gubernur North Carolina, Roy Cooper.

Pusat pemantau badai nasional menyatakan Badai Florence diperkirakan akan menguat pada Selasa (11/9/2018) dan Rabu (12/9/2018) waktu setempat.

Badan Cuaca Nasional mengestimasi badai tersebut dapat memicu kenaikan ombak sampai empat meter di pesisir. Sejumlah kawasan juga bakal dilanda curah hujan setinggi 64 cm.

Kantor gubernur negara bagian Virginia, Ralph Northam, mengatakan badai itu berpotensi menimbulkan "banjir parah di daratan, angin kencang, dan putusnya pasokan listrik yang luas".

Kepala bidang meteorologi dari WCBD-TV di South Carolina, Rob Fowler, menuturkan kepada BBC bahwa Badai Florence bisa menandingi dampak Badai Hugo yang menimbulkan kerugian sebesar US$7 miliar (Rp104 triliun) dan menewaskan 49 orang pada 1989.

Seluruh khalayak telah diwajibkan untuk mengungsi, terutama di sejumlah kawasan di negara bagian South Carolina, North Carolina, dan Virginia. Diperkirakan warga yang terdampak perintah mengungsi ini mencapai lebih dari satu juta orang.

Gubernur negara bagian South Carolina, Henry McMaster, semula memerintahkan seluruh warga di pesisir pergi. Namun, perintah itu direvisi dan dibatasi hanya untuk warga di pesisir utara.

Sejumlah warga di daerah berpotensi terdampak Badai Florence telah memadati toko-toko untuk membeli beragam keperluan mendasar.

John Johnson, manajer toko pertukangan di Charleston, South Carolina, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa orang-orang secara "nonstop" membeli baterai, senter, terpal plastik, dan karung pasir.

Bahkan, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum dilaporkan telah kehabisan BBM karena ludes diborong pembeli. [bbc/lat]

#Badai #Florence
BERITA TERKAIT
Saudi Tolak Ekstradisi Para Pembunuh Khashoggi
Demo Sebabkan Ekonomi Prancis Ambruk
Lagi, Staf Penting Donald Trump Mundur
Emir Qatar Tidak Hadiri KTT Teluk di Arab Saudi
Prancis: AS Tidak Usah Campuri Politik Prancis
Polisi Masih Buru Pelaku Insiden di Lantai Disko
ISIS Masih Mencoba Bertahan di Irak

ke atas