EKONOMI

Rabu, 12 September 2018 | 16:15 WIB

Ini Alasan LPS Kerek Suku Bunga Penjaminan ke 6,5%

M Fadil Djailani
Ini Alasan LPS Kerek Suku Bunga Penjaminan ke 6,5%
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)memutuskan untuk mengerek suku bunga penjaminan (LPS rate). Untuk merespons kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu.

LPS menaikkan tingkat bunga penjaminan umum simpanan rupiah di bank umum 25% bps menjadi 6,5%. Simpanan valuta asing di bank umum naik 50 bps menjadi 2%. Sementara tingkat bunga penjaminan rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) naik 25 bps menjadi 9%.

LPS mengungkapkan ada tiga alasan BI menaikkan suku bunga penjaminan. Pertama, suku bunga simpanan perbankan masih menunjukkan tren kenaikan dan berpotensi berlanjut sebagairespons atas kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Kedua, kondisi likuiditas perbankan yang terdapat tensi meningkat di tengah tren kenaikan bunga simpanan dan membaiknya penyaluran kredit. "Kondisi dan risikolikuiditasmasih relatif stabil," ujar Sekretaris Lembaga LPS, Samsu Adi Nugraha di Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Ketiga, stabilitas sistem keuangan (SSK) tetap terjadi mesti terdapat tekanan yang berasal daripenurunan nilai tukardan volatilitas di pasar keuangan.

Suku bunga penjaminan LPS berlaku esok hari Kamis (13/9/2018) September 2018 hingga Sabtu (12/1/2019. LPS akan menjamin simpanan yang suku bunganya tidak lebih tinggi dari tingkat bunga penjaminan dan nilainya tak lebih dari Rp2 miliar.

#LPS #BIRate #BungaSimpanan
BERITA TERKAIT
Debat Ekonomi: Jokowi Menyerang, Prabowo Kalem
Kementan Harap Pemda Fasilitasi Bengkel Alsintan
Pengamat Nilai Visi Jokowi tentang B100 Lebai
Prabowo Sindir Pemerintah Belum Bela Petani
HGU Ratusan Ribu Hektar, Prabowo: Saya Nasionalis
Film Janji Ekonomi Jokowi Diputar di Rumah Prabowo
Ditanya Jokowi Bisnis Start-Up, Prabowo Jawab Ini

ke atas