MOZAIK

Selasa, 18 September 2018 | 01:11 WIB

Fokus Taubat

KH Abdullah Gymnastiar
Fokus Taubat
(Foto: ilustrasi)

ALHAMDULILLAH. Puji dan syukur hanya kepada Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Menatap menjadikan kita orang-orang yang senantiasa peka mengetahui dosa yang kita lakukan sehingga bersegera memohon ampunan kepada-Nya. Beruntunglah orang yang senantiasa menjaga kebeningan hatinya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman, Mohonlah ampun kepada Tuhan-mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan, membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai. (QS. Nuh [7] : 10-12)

Saudaraku, bagi siapa saja yang merutinkan taubat, maka Allah Swt akan memberinya karunia yang tak terhingga. Di antaranya adalah Allah memberikan ketenangan dan kelapangan di dalam hatinya dari keadaan sebelumnya yang sesak, sempit, galau, dan tertekan. Selain itu, Allah juga akan memudahkan ia menemukan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapinya. Demikian juga Allah akan memudahkan jalan rezeki dan pertolongan untuknya dari arah yang tiada pernah ia duga. Mengapa demikian?

Saudaraku, sesungguhnya segala karunia Allah itu sudah tersedia. Setiap jalan keluar dari berbagai masalah kita sudah tersedia. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Setiap masalah kita, solusinya sudah ada. Setiap kebutuhan kita, kecukupannya sudah tersedia. Sayangnya, semua itu terhalang.

Terhalang bagaimana? Bayangkanlah kita sedang mengendarai mobil. Sementara di luar hujan turun dengan derasnya dan kaca depan kotor ditambah wiper yang rusak. Apa akibatnya? Kita akan merasa cemas dan gelisah karena kita tidak bisa melihat jalan di depan kendaraan kita.

Kecemasan kita itu bukanlah karena tidak ada jalan, akan tetapi karena kita tidak bisa melihat jalan. Pandangan kita terhalang oleh kaca yang kotor dan wiper rusak sehingga tak bisa membersihkannya. Cemas, gelisah, takut bukan karena tidak ada jalan, tapi karena tidak bisa melihat jalan.

Dari ilustrasi di atas, bisa kita ambil pelajaran bahwa setiap masalah yang kita hadapi bukanlah tidak memiliki solusi. Solusi itu ada, tapi kita terhalang darinya. Oleh apa? Oleh dosa-dosa diri kita sendiri!

Mata hati kita tertutup dan terhalang oleh lumuran dosa-dosa dari berbagai maksiat dan perbuatan buruk yang kita lakukan dan tidak kita taubati. Karena kita tidak bertaubat, maka lumuran dosa itu semakin lama semakin banyak dan tebal. Hati kita semakin kotor dengan noda-noda hitam, tidak dibersihkan.

Oleh karena itu kita harus rajin bertaubat. Fokus dalam bertaubat. Melakukan taubat dengan sungguh-sungguh. Karena, jika kita tafakuri, kita banyak melakukan kesalahan setiap hari. Mulai dari niat yang salah, ucapan yang salah, prasangka yang salah, tindakan yang salah dan lain sebagainya. Setiap kesalahan itu, sekecil apapun, perlu ditaubati. Bahkan, taubat-taubat yang kita lakukan namun tidak secara sungguh-sungguh, yang dalam istilahnya disebut dengan taubat sambal, itupun perlu ditaubati.

Allah Swt berfirman, ..Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al Baqarah [2] : 222) Semakin sering kita bertaubat, semakin sering memohon ampunan, maka sesungguhnya Allah Swt. Maha Melihat dan Maha Menerima Taubat. WAllahualam bishowab. [smstauhiid]

#InilahKehidupan #AaGym
BERITA TERKAIT
Ridho dengan Takdir Allah
Semangat Menjadi Solusi
Membangun Ukhuwah dengan Kelembutan
Bentuk Balasan dari Dosa
Pesan Perdamaian untuk para Politikus
Setiap Perbuatan Pasti ada Balasannya
Inginkan yang Pasti ada Takdirnya

ke atas