EKONOMI

Kamis, 13 September 2018 | 09:01 WIB
Highlight

Menkeu Tegaskan Utang Tak Terpengaruh Rupiah

Wahid Ma'ruf
Menkeu Tegaskan Utang Tak Terpengaruh Rupiah
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati (Foto: Inilahcom)
1


INILAHCOM, Hanoi - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, imbas dari penguatan nilai tukar dollar AS kepada rupiah bukan pada utangnya tetapi pada Defisit Transaksi Berjalan/Current Account Defisit.

Apa yang membedakan setiap negara adalah kerentanan terhadap faktor eksternal. Indonesia bukan pada hutangnya, namun pada defisit transaksi berjalan, kata Sri Mulyani dalam wawancara dengan Bloomberg di sela kegiatan World Economic Forum (WEF) untuk ASEAN di Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9/2018).

Menkeu mengingatkan, undang-undang di Indonesia mengatur bahwa Defisit Transaksi Berjalan tidak boleh melewati angka 3 persen dari Product Domestic Bruto (PDB). Angka tersebut masih dalam kendali, tegasnya seperti mengutip dari setkab.go.id.

Menurut Menkeu, ketika Amerika Serikat memiliki sentimen terhadap negara berkembang di belahan dunia lain, hal itu menciptakan dinamika. Melihat tantangan tersebut, Pemerintah menurunkan defisit fiskal dan defisit transaksi berjalan diatasi dengan membatasi impor secara selektif untuk menjaga momentum.

Selain itu, Pemerintah juga tengah berupaya meredam gejolak dinamika ekonomi global dengan membuat kebijakan yang memperhatikan faktor psikologis atau sentimen pasar disertai dengan aktif mengomunikasikan kebijakan kepada para pemangku kepentingan.

#Jokowi #WEF #WorldEconomicForum #Rupiah
BERITA TERKAIT
(Paket Ekonomi Jilid XVI) Maksud Hati Selamatkan Rupiah, Apa Daya UKM Korban
Inilah Isi Pembahasan Jokowi dan Xi Jinping
Jokowi Tekankan Kerja Sama Maritim di ASEAN-Plus
Inilah Paket Kebijakan XVI, Tarik Investasi
Jokowi Tetap Ajak Jepang Lanjutkan MRT Fase II
Jokowi Ajak Kurangi Ketergantungan Satu Mata Uang
Jaga Rupiah, Sri Mulyani Pelototi Ekonomi Dunia

ke atas