EKONOMI

Jumat, 14 September 2018 | 07:09 WIB

Sri Mulyani Ketar-ketir Perekonomian Tahun Depan

Indra Hendriana
Sri Mulyani Ketar-ketir Perekonomian Tahun Depan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengamini adanya downside risk (risiko negatif) sebagai ancaman serius bagi pertumbuhan ekonomi nasional di tahun depan.

Meski begitu, Sri Mulyani sesumbar bila target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% sesuai RAPBN 2019, cukup realistis. "Kami menganggap (pertumbuhan ekonomi) 5,3 persen masih cukup realistis, namun juga mengakui bahwa down site ris-nya, kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Risiko negatif dalam pertumbuhan ekonomi pada 2019, kata Sri Mulyani, diprediksi muncul lantaran tak terkendalinya impor. Untuk itu, pemerintah perlu mengendalikan impor yang bisa melahirkan downside risk. Downside risk-nya terutama dari (faktor) dinamika impor yang harus dikendalilan, kata dia.

Dalam paparan RAPBN 2019, Sri Mulyani menyebut empat hal yang memengaruhi kinerja ekonomi Indonesia di 2019. Pertama, tren preferensi konsumsi masyarakat yang lebih memilih tabungan dan perubahan pola konsumsi, namun tidak tersalurkan kembali ke sektor riil.

Kedua, kecenderungan investor menahan rencana investasi langsung lantaran menunggu hasil pemilu legislatif dan presiden pada 2019 (wait and see). Ketiga, normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang berimbas pada kinerja investasi di sektor keuangan. Dan keempat, dampak kebijakan proteksionisme perdagangan AS terhadap kinerja ekspor Indonesia.

Meskipun dihadang berbagai risiko, pemerintah tetap optimistis dan menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2019 5,3%. Sebagian kalangan ekonom menilai target tersebut terlalu ambisius. Pemerintah mengakui, masih sulit mencapai asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2018 sebesar 5,4%. [ipe]





#MenkeuSMI #Perekonomian #APBN2019
BERITA TERKAIT
Indef: 2020 RI Sulit Naik Kelas ke Menengah-Atas
Banggar DPR Setujui Asumsi Nilai Tukar Naik Cepek
DPR akan Selamatkan BPJS Kesehatan
Ini Alasan Utang Negara Terus Bertambah?
(Sidang IMF dan Bank Dunia) Proyek Underpass Ngurah Rai Siap Beroperasi
Tim Ekonomi Kewalahan Hadapi Tekanan Global?
Sri Mulyani Ajak Pengusaha Kompak Jaga Ekonomi RI

ke atas