NASIONAL

Jumat, 14 September 2018 | 14:15 WIB

Motif Memilih Netral Para Tokoh di Pilpres 2019

R Ferdian Andi R
Motif Memilih Netral Para Tokoh di Pilpres 2019
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah tokoh menyampaikan sikap politik netral dalam Pemilu 2019 mendatang. Pilihan politik tokoh yang masuk kategori opinion leader ini tentu memberi dampak bagi keterpilihan seorang kandidat presiden. Apa motif memilih netral para tokoh tersebut?

Sejumlah tokoh memilih netral dalam Pemilu 2019 mendatang. Caranya beragam, ada yang secara tegas menyatakan tidak terlibat di dua kubu, ada pula yang sikapnya mengambang. Sejumlah tokoh tersebut seperti mantan Ketua MK Mahfud MD, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, puteri Gus Dur Yenni Wahid, serta pengelola Darul Qur'an Yusuf Mansur.

Sikap netral ini disampaikan secara terbuka ke publik. Meski alasan masing-masing tokoh berbeda satu dengan lainnya. Seperti yang disampaikan Mahfud MD yang memastikan dirinya tidak bergabung di kubu Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma'ruf Amin. Ia beralasan saat ini dirinya masih berkecimpung di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), maka posisinya harus netral. "Saya tidak boleh ikut salah satu tim pemenangan. Itu yang terbaik. Rakyat silakan pilih yang terbaik," ujar Mahfud bulan lalu.

Sementara mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo juga menegaskan dirinya hingga saat ini masih berada di tengah. Penegasan Gatot ini sekaligus menepis informasi yang sebelumnya beredar jika dirinya disebut terlibat dalam tim pemenangan Prabowo-Sandi. Ia juga menepis anggapan telah menjadi kader Partai Amanat Nasional (PAN). "Untuk saat ini, biarkan saya di tengah saja. Saya tidak ke mana-mana, masih menjadi pengamat saja," sebut Gatot.

Sebelum penetapan nama capres-cawapres pada 10 Agustus 2018, nama Gatot Nurmantyo sempat mencuat sebagai kandidat presiden alternatif. Namun, nama Gatot tenggelam setelah secara definitif dua pasangan capres-cawapres mendaftar di KPU.

Setali tiga uang, pengelola Darul Quran Yusuf Mansur juga menegaskan dirinya berada di tengah. Penegasan ini sekaligus klarifikasi atas pernyataan Ma'ruf Amin yang sebelumnya mengklaim Yusuf Mansur masuk dalam tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin. Menurut Yusuf, dirinya berkeinginan tetap di tengah. "Saya inginnya jadi ustadz, jadi ulama, yang tengah ini memang perlu ada," sebut Yusuf Mansur dalam sebuah kesempatan saat bersama Sandiaga Uno akhir bulan lalu.

Selain tokoh-tokoh tersebut, nama Yenni Wahid yang banyak mendapat tawaran dari kedua kubu pasangan capres-cawapres juga menegaskan hingga saat ini dirinya masih di posisi netral sebelum mendapat persetujuan dari barisan pendukung Gus Dur yang akan digelar pada 23 September mendatang.

Sikap sejumlah tokoh bersikap netral dalam perkara pIlpres 2019 ini memang memiliki motif yang beragam. Pilihan politik netral memang lekat pilihan yang mencari aman (safety player). Pilihan politik aman ini bisa saja memiliki motif agar dapat diterima kedua belah pihak. Selain itu motif netral juga bisa saja dimaksudkan agar tidak terjadi eskalasi yang mengeras di akar rumput akibat pilihan politik yang dipilih oleh sang tokoh. Yang pasti pilihan politik netral oleh para tokoh tersebut memiliki latar belakang dan motif yang beragam.
#Pemilu2019 #Pilpres2019 #Jokowi #Prabowo
BERITA TERKAIT
Dukungan Caleg Golkar ke Prabowo Efek Ekor Jas
Didukung Caleg, Basis Golkar ke Prabowo-Sandi
Dari Pekalongan,Sandi Kritisi Kebijakan Pro Rakyat
Viral Bupati Hendra Beri Bantuan Sebut Dari Jokowi
DPR Minta Polri Petakan Daerah Rawan Konflik
Sandi Ingin Pengrajin Batik Jadi Pergerak Ekonomi
(Pilpres 2019) Ma'ruf Amin Klaim Warga Tegal Dukung Dirinya

ke atas