EKONOMI

Jumat, 14 September 2018 | 15:16 WIB

KKP: Lima Kepala Negara Siap Hadiri OOC di Bali

KKP: Lima Kepala Negara Siap Hadiri OOC di Bali
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Denpasar - Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan lima kepala negara bakal hadir dalam forum maritim dunia, atau Our Ocean Conference (OOC) di Nusa Dua, Bali, 29-30 Oktober 2018.

"Konferensi ini menggabungkan kepala negara, perusahaan nasional dan multinasional, lembaga nonpemerintah hingga badan internasional," kata Kepala Sub-Direktorat Restorasi Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Sapta Ginting di Denpasar, Bali, Jumat (14/9/2018).

Menurut dia, pejabat setingkat kepala negara yang dijadwalkan menghadiri konferensi itu yakni dari Panama, Monako, Palau, Timor Leste dan Seychelles. Yang bakal hadir adalah presiden, wakil presiden, dan pangeran dari lima negara tersebut.

Selain itu, lanjut dia, forum tersebut juga akan dihadiri sekitar 13 menteri kelautan dengan total delegasi yang diperkirakan mencapai 1.500 orang. Tidak hanya dari kalangan pemerintahan dan dunia usaha, kalangan selebriti Hollywood juga dijadwalkan akan hadir dalam konferensi itu, khususnya mereka yang selama ini kerap terlibat aktif dalam konservasi kelautan dan lingkungan.

Tahun lalu, kata dia, pertemuan itu dilaksanakan di Malta dan tahun ini, Bali menjadi tuan rumah. Yang ditunjuk sebagai penyelenggara adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Luar Negeri RI. Tahun depan, akan dilaksanakan di Norwegia.

Sapta menambahkan konferensi itu akan membahas sejumlah isu di antaranya isu utama terkait kawasan perairan dunia dan cara mengatasi berbagai masalah di laut khususnya sampah plastik.

Dia menjelaskan ancaman sampah plastik masuk laut sudah nyata dan menjadi masalah yang tidak dihadapi satu negara namun antarnegara sehingga memerlukan kerja sama yang komprehensif untuk menanggulangi hal itu.? ? Selain masalah polusi laut berupa sampah plastik, konferensi juga membahas sejumlah isu seperti perubahan iklim dan ekonomi biru.

Direktur Program Trash Free Seas dari Ocean Conservancy, Nicholas Mallos, lembaga nonpemerintah yang juga turut hadir dalam konferensi itu mengatakan jumlah sampah plastik yang masuk dari daratan ke dalam laut diperkirakan mencapai sekitar 8 juta metrik ton per?tahun.

Dalam beberapa tahun ini, kata dia, para peneliti telah menemukan beberapa hal baru mengenai sampah laut di antaranya sampah plastik tidak saja merupakan masalah laut, tetapi masalah global, yang mempengaruhi air bersih dan bahkan ekosistem daratan.? ? Para ilmuwan, lanjut dia, telah menemukan sejumlah besar mikroplastik di dalam sungai serta di dalam tanah yang disebarkan melalui penggunaan kompos baik dalam skala rumah tangga maupun industri.

Selain itu polusi plastik tidak saja mencekik atau menjerat satwa laut, para ilmuwan telah menemukan bukti bahwa plastik laut berhubungan dengan penyakit pada terumbu karang.

Kata dia, paparan terhadap mikroplastik mengakibatkan turunnya laju reproduksi dan pertumbuhan populasi zooplankton, hewan yang membentuk fondasi rantai makanan di laut. "Kami belum tahu apakah ini juga berdampak kepada manusia ketika mereka makan makanan laut tetapi ini masih menjadi pertanyaan dan menjadi perhatian semua pihak termasuk ilmuwan. Semua harus bergerak, pemerintah, swasta hingga masyarakat," katanya. [tar]
#KKP #OOC
BERITA TERKAIT
Era Jokowi, Duit Rokok Selamatkan BPJS Kesehatan
Airlangga Ingin Pekerja Industri Melek Teknologi
Lapangan Banteng Optimis Ekonomi 2018 Anteng 5,2%
(Komitmen Keselamatan Kerja) Pertamina Balongan Wajibkan HSSE Demo Room
Didatangi Bos ADB, Emil Jajaki Utang Infrastruktur
Pertamina-Eni Kembangkan Kilang Ramah Lingkungan
Pertamina EP Komitmen Tingkatkat Produksi Gas

ke atas