NASIONAL

Jumat, 14 September 2018 | 17:33 WIB

KPK Tegaskan Kasus Century Tak Berhenti

Ivan Setyadhi
KPK Tegaskan Kasus Century Tak Berhenti
Juru bicara KPK Febri Diansyah (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak berhenti mengusut kasus dugaan korupsi Bank Century.

Hal itu sekaligus menjawab adanya pemberitaan yang kembali muncul tentang dugaan skandal korupsi Bank Century.

"Penanganan kasus Century masih terus kami lakukan, namun karena proses penyidikan tentu belum dapat diungkap," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (14/9/2018).

KPK kata Febri, telah melakukan gelar perkara atas perkara yang lebih dulu menjerat Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya tersebut.

"Di sana diputuskan penanganan kasus Century akan terus dilakukan sepanjang buktinya kuat," ujarnya.

"Terkait nama-nama yang beredar kami tidak bisa merespon, KPK harus memastikan berjalan di koridor hukum," sambungnya.

Media daring internasional, Asia Sentinel, baru-baru ini mengunggah artikel berjudul 'Indonesias SBY Government: Vast Criminal Conspiracy' Pemerintahan SBY: Konspirasi Kriminal Terbesar). Dalam artikel itu, penulis memuat investigasi kasus Bank Century.

Sementara kasus ini baru menjerat Budi Mulya yang dihukum 15 tahun penjara. Sementara dalam dakwaan Jaksa KPK di tingkat pertama Budi Mulya selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa didakwa memperkaya diri sebesar Rp1 miliar dari pemberian FPJP Bank Century dan atas penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Budi Mulya juga didakwa memperkaya pemegang saham Bank Century, Hesham Talaat Mohamed Besheer Alwarraq, dan Rafat Ali Rizvi, sebesar Rp3,115 miliar. Perbuatan Budi Mulya dinilai telah memperkaya PT Bank Century sebesar Rp1,581 miliar dan Komisaris PT Bank Century Robert Tantular sebesar Rp2,753 miliar.

Dia juga diduga menyalahgunakan wewenang secara bersama-sama dengan pejabat Bank Indonesia. Dalam dugaan korupsi pemberian FPJP Century, Budi Mulya didakwa bersama-sama dengan Boediono selaku Gubernur BI, Miranda S Goeltom selaku Deputi Senior BI, Siti Fadjriah selaku Deputi Gubernur Bidang VI, Budi Rochadi selaku Deputi Gubernur Bidang VII, Robert Tantular, dan Harmanus H Muslim.

Tak hanya itu, Budi Mulya juga didakwa bersama-sama dengan Boediono, Miranda, Siti, Budi Rochadi, Muliaman D Hadad selaku Deputi Gubernur Bidang V, Hartadi A Sarwono selaku Deputi Gubernur Bidang III, Ardhayadi M selaku Deputi Gubernur Bidang VIII, dan Raden Pardede selaku Sekretaris KSSK. [ton]

#KasusCentury #KPK
BERITA TERKAIT
KPK Telusuri Aliran Uang Bupati Pakpak Bharat
KPK Terus Kembangkan Kasus Suap Eni Saragih
KPK Resmi Tahan Tersangka Bupati Pakpak Bharat
KPK Periksa Hakim Adhoc PN Medan
Kasus Suap Meikarta Harus Jadi Pelajaran
Bupati Pakpak Bharat Sudah Tiga Kali Terima Uang
KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat Tersangka

ke atas