EKONOMI

Jumat, 14 September 2018 | 17:03 WIB

Ini Jumlah Minyak KKKS Jatah Pertamina

Indra Hendriana
Ini Jumlah Minyak KKKS Jatah Pertamina
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar ‎ (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, potensi minyak jatah Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang bisa dibeli Pertamina (Persero) mencapai 225 ribu barel per hari.

Potensi (minyak jatah KKKS) 225 ribu bph per day (bisa dibeli oleh Pertamina), kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dikantornya, Jakarta, Jumat (13/9/2018).

Arcandra menyebut, ada 10 KKKS yang memproduksi minyak terbesar di Indonesia. KKKS itu sebelumnya sudah dikumpulkan oleh ESDM untuk mensosialisasikan berkaitan dengan aturan penjulan minyak ke Pertamina.

Ada 10 KKKS yang punya produksi terbesar," ujat Arcandra.

Arcandra merincikan, KKKS itu adalah Chevron Pacific Indonesia dengan bagian minyak 92 ribu bph, Mobile Cepu Limmited dengan bagian minyak 30 ribu bph; Petronas Cali Gali dengan bagian minyak 13.400 bph; CNOOC dengan bagian minyak 13 ribu bph, Medco dengan bagian minyak 11 ribu bph; Chevron Indonesia Company dengang bagian minyak 7 ribu bph.

Arcandra mengatakan, proses jual-beli minyak antara KKKS dengan Pertamina dilakukan secara bisnis to bisnis. ESDM tidak akan ikut campur mengenai penetapan harganya.

Pembelian minyak dari KKKS oleh Pertamina selain bisa menghemat devisa juga ada penghematan di Pertamina. Penghematan berasal dari biaya transport. (Ada penghematan, red) Dari cost transport. Cost transport bisa 4 usd per barel (bila membeli minyak jatah KKKS, red), ujar dia.

Peraturan pembelian minyak jatah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang diekspor oleh PT Pertamina (persero) dituangkan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018.

Permen mengatur tentang prioritas pemanfaatan minyak bumi untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Dalam peraturan yang diteken oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan itu tersebut menyebutkan, Pertamina dan badan usaha pemegang izin usaha pengolahan minyak bumi wajib mengutamakan pasokan minyak bumi yang berasal dri dalam negeri.

Kemudian, Pertamina dan badan usaha pemegang izin usaha pengelolaan minyak bumi, wajib mencari pasokan minyak bumi yang berasal dari kontrktor dalam negeri, sebelum merencakan impor minyak bumi.

Kontraktor atau produsen minyak bumi juga dikenakan kewajiban, menawarkan minyak bumi bagianya ke Pertamina, hal ini diatur dalam Pasal 3.

Penawaran dilaksanakan Paling lambat tiga bulan, sebelum dimulainya rekomendasi ekspor untuk seluruh volume minyak bumi bagian kontraktor. Ketentuan ini tercantum dalam Pasal 4.

Saat ini, kebutuhan BBM Indonesia mencapai 1,3-1,4 juta barel per hari. Untuk memenuhi kekurangan BBM, Pertamina mengimpor dalam bentuk minyak mentah dan produk. [hid]
#KKkS #Pertamina #WKMigas #Rupiah
BERITA TERKAIT
Pertamina Mampu Bikin Pertamax Turbo dan Avtur
(Kasus Pertamina) KESDM: Ini Strategi Biar Investasi Migas Untung
Pertamina-AKR Salurkan 69.172 KL BBM 1 Harga
Eks Dirut Pertamina Karen Ngaku Bingung Kasusnya
SKK Migas Apresiasi PEP Kelola Sukowati Field
ESDM Bantah Listrik Picu Pelemahan Rupiah
LPG 3Kg di Temanggung Dipakai 'Ngomprong' Tembakau

ke atas