NASIONAL

Jumat, 14 September 2018 | 18:37 WIB

Aksi Bela Rupiah, BEM SI Geruduk Kantor Kemenkeu

Happy Karundeng
Aksi Bela Rupiah, BEM SI Geruduk Kantor Kemenkeu
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Massa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jabodetabek dan Banten menggelar Aksi Bela Rupiah di depan Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jumat (14/9/2018).

Massa sebelumnya telah menemui perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hanya saja perwakilan Kemenkeu menolak menandatangani kontrak tuntutan mahasiswa. Untuk itu, massa memilih bertahan.

Kasubag Hubungan Kelembagaan Masyarakat dalam Biro Komunikasi Kemenkeu, Hadi Siswanto sebelumnya menemui massa aksi. Hadi berjanji akan menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada pimpinan di Kemenkeu.

"Kami mengapresiasi adanya aksi ini dan kami akan menampung seluruh aspirasi mahasiswa dan kami akan sampaikan kepada pimpinan," ujar Hadi kepada Mahasiswa.

Mahasiswa pun meminta perwakilan Kemenkeu untuk menandatangani kontrak yang berisi 7 poin tuntutan mahasiswa. Namun hal tersebut ditolak perwakilan Kemenkeu karena mereka bukan pimpinan Kemenkeu.

Untuk itu massa memilih untuk tetap bertahan. Aksi saling dorong dengan mahasiswa sempat terjadi hingga membuat pintu gerbang Kemenkeu rusak. Massa meminta diizinkan masuk ke dalam lingkungan kantor Kemenkeu untuk menyampaikan tuntutan secara langsung. Namun hal itu ditolak oleh polisi karena rawan kerusuhan.

"Pak izinkan kami dengan damai, saya jaminannya," teriak salah seorang orator.

Hingga pukul 17.48 WIB aksi masih terus berlangsung. Meski massa sudah berkutang. Sedangakan Lalu lintas di depan kantor Kemenkeu juga terpantau masih macet. [hpy]

#BEM #Kemenkeu
BERITA TERKAIT
Soal Korupsi Kedelai, Ini Respon Kadistan Ponorogo
Ngaku Polisi, Eko Tipu Samsul Rp130 Juta
KASBI Komitmen Kedepankan Dialog Soal UMK
(Mutasi dan Kenaikan Tipologi) Polda DIY Dijabat Perwira Bintang Dua
(Film 'A Man Called Ahok' Capai 1 Juta Penonton) Ahok: Maju Demi Kebenaran, Salam dari Mako Brimob
ISESS Kritisi Brimob Bopong Sri Dato Tahir
7 Tahun DPO, Kejaksaan Tangkap Buronan Korupsi

ke atas