NASIONAL

Jumat, 14 September 2018 | 20:11 WIB

Aktivis 98 Harap Pilpres Tak Jadi Ajang Caci Maki

Willi Nafie
Aktivis 98 Harap Pilpres Tak Jadi Ajang Caci Maki
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Sekjen Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) Ferry Supriyadi mengajak semua pihak untuk berdewasa dalam demokrasi tanpa caci maki pada Pilpres 2019.

"Jangan sampai Pilpres 2019 kali ini berasa Pilkada DKI. Kami tak ingin ajang pesta demokrasi ini menjadi ajang caci maki antar pendukung karena justru menimbulkan konflik horizontal," ungkap Ferry di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Lebih lanjut, Ferry meminta agar para paslon, timses dan pendukung untuk tidak menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan. Sebab, kata dia, hal itu dinilai sangat rentan permusuhan dan kebencian antar golongan.

"Di era milenial ini, harusnya teknologi bisa menjadi ajang kreatifitas namun justru disalahgunakan untuk saling menghujat di sosial media, penyebaran meme tidak jelas bahkan simbol negara jadi ajang kekonyolan. Inilah kemunduran demokrasi," tuturnya.

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyakini Pemilu 2019 bakal berlangsung damai apabila tidak ada provokasi maupun menebar kebencian oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Pemilu damai itu akan tercipta syaratnya kalau semua pihak menghormati pilihan, baik yg pro jokowi dan pro prabowo. Tapi kalau misalnya saling memprofokasi membangun kebencian, tidak akan terjadi pemilu damai," kata Politikus PKS Pipin Sopian.

Kendati demikian, Pipin optimis bawa Pemilu 2019 bakal berlangsung damai aman dan tentram.

"Tapi saya optimis bahwa pemilu 2019 Insya Allah akan berjalan lancar dan berjalan damai, dan membutuhkan komitmen semua pihak," tandasnya. [ton]

#Pilpres2019
BERITA TERKAIT
Hasto Sebut Madesu di Kubu Prabowo
Prabowo Bertemu Petinju Indonesia Daud Yordan
Wajar Jika Demokrat Tak Total Dukung Prabowo-Sandi
Sandi Akan Temui Keluarga KH Bisri Soal Makam
Sandi Janji Kebijakan Akan Berpihak Kepada Rakyat
Soal Ucapan AHY, Andi Arief: Jangan Salah Tafsir
Ketika Sandi Beri Nama 2 Ayam Jagonya Owi dan Owo

ke atas