NASIONAL

Jumat, 14 September 2018 | 21:33 WIB

Diperiksa KPK, Petinggi PLN Jelaskan Kerjaannya

Ivan Setyadi
Diperiksa KPK, Petinggi PLN Jelaskan Kerjaannya
Direktur Perencanaan Koorporatif PLN Syofvi Felienty Roekman

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Perencanaan Koorporatif PLN Syofvi Felienty Roekman enggan menjelaskan ihwal penunjukkan PT Blackgold Natural Resources Limited untuk menggarap Proyek PLTU Riau-1.

Menurutnya, Syofvi sudah menjabarkan hal tersebut ke penyidik yang memeriksanya di KPK.

"Jangan tanya saya kalau itu sudah saya jelaskan," katanya usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jumat (14/9/2018).

Selebihnya, Syofvi mengaku hanya ditanya soal tugasnya di PLN dengan jabatan Direktur Perencanaan Koorporatif.

"Ada 17 (pertanyaan) tapi yang penting yang tupoksinya saya lah sebagi direktur perencanaan koorporatif. Itu aja," ungkapnya.

Soal pertemuan-pertemuan yang dilakukan para tersangka termasuk Dirut PLN Sofyan Basyir, Syofvi tak paham.

"Waduh aku ga tau. Saya ga ngerti klo pertemuan. Saya tuh bukan merencanakan penunjukannya dong. Saya merencanakan sistem," bebernya.

"Saya kan perencanaan sistemnya. Gimana pembangkit diperlukan, gimana transimisi diperlukan. Dimana gardu induk diperlukan. Kira-kira gitu," sambungnya mengakhiri wawancara dengan wartawan.

Syofvi jadi salah satu petinggi PLN yang diperiksa KPK hari ini. Ada juga Direktur PLN Waluyo yang sudah dua kali diperiksa penyidik atas dugaan suap pengurusan proyek PLTU Riau-1.

Sejauh ini, KPK sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo dan teranyar Idrus Marham, Mantan Menteri Sosial. [hpy]

#KPK #Korupsi #PLN
BERITA TERKAIT
Penyuap Bupati Pakpak Bharat jadi Tersangka
Suap Wali Kota Pasuruan, KPK Periksa Pejabat PUPR
KPK Periksa 2 Hakim PN Jaksel Sebagai Tersangka
Usai Serahkan Diri, Ipar Bupati Cianjur Ditahan
MA Potong Hukuman Nur Alam, KPK Syok
Kakak Ipar Bupati Cianjur Menyerahkan Diri ke KPK
Petinggi Lippo Billy Sindoro Segera Disidang

ke atas