NASIONAL

Rabu, 19 September 2018 | 05:04 WIB

SBY Dianggap Kerap Khawatir Berlebih

Happy Karundeng
SBY Dianggap Kerap Khawatir Berlebih
Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menilai pidato Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait ujian Pemilu Serentak 2019 adalah sesuatu yang normatif.

"Ini peringatan normatif saja sifatnya. Tentu saja baik diulang-ulang," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (18/9/2018).

Meski demikian ia menilai terkadang memang mantan presiden Republik Indonesia ini kerap menyuarakan kekhawatiran yang dianggapnya berlebihan. Contohnya terkait Pilkada Jabar. Dimana SBY kala itu juga sempat menyinggung soal netralitas aparat dan lembaga negara pada pesta demokrasi di Jawa Barat tersebut.

"Namun, Pak SBY sering mengemukakan kekhawatiran yang agak berlebihan, termasuk jelang Pilkada Jabar kemarin yang membuat heboh. Ternyata tidak seperti yang beliau sangkakan," ungkitnya.

Sebagaimana diberitakan, Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut politik nasional makin panas menjelang Pilpres 2019. SBY menyebut Pemilu Serentak 2019 akan diuji dari godaan money politics. Demokrasi dinilai akan runtuh dan rakyat akan dikebiri manakala uang menjadi penentu segala-galanya.

SBY juga kembali mengingatkan soal netralitas aparat menjelang pelaksanaan Pemilu 2019. Sebelumnya, SBY berkali-kali menyinggung netralitas aparat dalam pemilu.

"Kita akan diuji, apakah perangkat negara, termasuk intelijen, kepolisian, dan militer, netral dan tidak berpihak. Ingat, TNI, Polri, dan BIN adalah milik negara, milik rakyat Indonesia. Akan mencederai sumpah dan etikanya kalau aparat negara tidak netral," kata SBY dalam sambutannya di acara HUT ke-17 PD di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018). [hpy]

#SBY #UjianPemiluSerentak #MoneyPolitik #NetralitasLe
BERITA TERKAIT
Netizen Minta SBY Tukar Dollar Perkuat Rupiah
(Penertiban Reklame DKI) Anies Disarankan Lakukan Mediasi Bareng Pengusaha
Penertiban Reklame, Anies Ditantang Setegas Risma
(Dibantu KPK dan Kejaksaan) Anies Bisa Usut Pengemplang Pajak Lewat Reklame
Tertibkan Reklame, Wajar Anies Libatkan KPK
(Wawancara Sandiaga Uno) Prabowo-Sandi Akan Ulangi Sukses Anies-Sandi
Ini Alasan Sandi Bakal Ziarah ke Makam Gombloh

ke atas