MOZAIK

Sabtu, 22 September 2018 | 00:03 WIB

Serba-serbi Haji (27): Kesantunan Pijat Madura

KH Ahmad Imam Mawardi
Serba-serbi Haji (27): Kesantunan Pijat Madura
(Foto: Inilahcom)

ADA banyak kesamaan tradisi di beberapa tempat yang masih memegang kuat tradisi bahwa bertamu kepada orang yang baru datang haji adalah salah satu cara memdapatkan keberkahan hidup. Tradisi seperti ini sangat kental dianut masyarakat Madura. Biasanya, orang yang baru datang dari haji tidak akan pergi kemana-mana sebelum 40 hari. Bahasa masyarakat, malaikat yang menyertainya semenjak haji bertahan sampai 40 hari.

Bukan tanpa dasar keyakinan ini. Dalam kitab Hasyiatul Jamal malah dinyatakan: "Sebagian ulama mengatakan bahwa permintaan doa ini dapat dilakukan hingga 40 hari sepulangnya dari rumah. Dalam kitab Ihya Ulumuddin diterangkan berdasakan cerita dari sahabat Umar ra. Keadaan ini dapat diberlangsungkan hingga akhir bulan Dzulhijjah, Muharram dan dua puluh hari Rabiul Awwal." Itu kan? Orang Madura tak sembarangan. Mat Kelor adalah memegang erat tradisi ini.

Tamu Mat Kelor begitu banyak sampai badannya ngilu-ngilu dan pegal-pegal kurang istirahat. Tadi malam, dia mengundang tukang pijat untuk memijat dan menginjak badannya. Biasanya setelah dipijat dan diinjak-injak, tubuhnya bugar kembali, alirat darah dan oksigen menjadi lancar katanya. Celakanya, tukang pijatnya hanya mau memijat tapi tak mau menginjak tubuh Mat Kelor.

Mat Kelor kaget tumben tukang pijat ini tak mau menginjak badannya. Ditanyakanlah alasannya. Tukang pijat ini menjawab dengan aksen Madura yang kental sekali: "Pak Haji ini baru seminggu datang haji. Malaikat masih bersama Bapak. Saya tidak sopan kalau menginjak Bapak. Bagaimana kata malaikatnya nanti?" Mat Kelor bisa memahami, manggut-manggut. Tapi karena pegalnya sangat parah dam serius, Mat Kelor menjawab: "Sudah injak saja. Malaikatnya juga pegal-pegal capek, minta diinjak juga."

Tukang pijat itu nurut kepada Mat Kelor, menginjaknya pelan-pelan. Seorang Ustadz bernama Ustadz Zainal Abidin Pamekasan yang menyaksikan dialog dua orang ini tak kuasa menahan tawa. Saya pun tertawa mendengar kisah ini. Ya kok ada malaikat pegel-pegel dan ngilu-ngilu. Akhirnya, setelah dipijat dan diinjak, Mat Kelor istighfar. Salam, AIM. [*]

#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM #SerbaserbiHaji
BERITA TERKAIT
Forum Pengajian Masyarakat Sebagai Perekat Bangsa
Inginkah Kita Merasakan Kemudahan dalam Hidup?
Mudah dan Mudah-mudahan
Makan Kepala Simba dan Baung
Tak Ada Lagi Jalan Keluar Kecuali Ini
Islamic Parenting: Dirimu Menentukan Anak-anakmu
Tradisi Lama yang Kini Jarang Ditradisikan Kembali

kembali ke atas