GAYA HIDUP

Sabtu, 22 September 2018 | 07:00 WIB

Hermawan Kartajaya Acungkan Jempol ke Menpar

Hermawan Kartajaya Acungkan Jempol ke Menpar
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya boleh tersenyum bangga. Kementreian Pariwisata, Rabu (19/9/2018) malam, kembali menorehkan prestasi emas di ajang TTG Travel Awards 2018.

Awards bergengsi itu berhasil disabet di kandang Thailand, negara yang selama ini dijadikan musuh profesional Wonderful Indonesia. Gelar The Best Ministry Of Tourism level Asia Pasifik itu pun ikut dikomentari guru marketing dunia Hermawan Kartajaya.

Saya salut dengan komitmen Presiden Jokowi dan Pak Menpar Arief Yahya. Kalau pemimpin negara seperti ini, saya yakin pariwisata Indonesia akan maju bersama masyarakatnya, ujar ahli marketing senior Hermawan Kartajaya, Kamis (21/9/2018).

Bagi dia, award tadi adalah prestasi yang membanggakan. Maklum, Indonesia bisa bersanding dengan Korea, Jepang, Macau, serta Thailand. Dan konsiistensi ukiran prestasinya bisa dijaga selama 9 tahun terahir. Di award ini, tidak ada nama Malaysia yang menjadi musuh emosional Wonderful Indonesia. Tidak ada juga nama Vietnam.

" Belum ada Menteri Pariwisata Indonesia yang berhasil membuat pembaca peserta voting percaya dan memilih Indonesia. Artinya semua melihat hasil kerja nyata Menteri Pariwisata yang telah mendongkrak pariwisata Indonesia," ujar tokoh yang disebut-sebut sebagai guru marketing dunia itu.

Kinerja Menpar dinilai sangat fantastis. Sangat oke. Peningkatan kinerjanya pun bisa dilihat dimana-mana. Di World Economic Forum (WEF), Wonderful Indonesia melesat 8 level ke peringkat 42 di Travel and Tourism Competitive Index (TTCI).

Popularitas brand Wonderful Indonesia juga melonjak dari status tidak tercatat menjadi ranking 47 dunia. Mengalahkan Truly Asia (Malaysia) dan Amazing (Thailand) masing-masing berada di posisi 83 dan 97 dunia.

Wonderful Indonesia juga menjadi Top-20 Fastest Growing Tourism Industry in the World. Kunjungan Wisman ke Indonesia tumbuh 22%. Angkanya naik 3 kali lipat dibanding rata-rata pertumbuhan dunia (6%), dan regional Asia Tenggara (7%).

"Berbagai penghargaan internasional yang diterima Kemenpar merupakan bukti kapasitas Arief Yahya sebagai marketing dan sekaligus doctor strategic marketing. Seluruh elemen pariwisata Indonesia diajak fokus untuk menentukan langkah memenangkan pertarungan tingkat dunia," ujar Hermawan.

Ucapan Hermawan memang tak berlebihan. Menpar sukses menempatkan rival atau pesaing sebagai tolak ukur. Apa yang telah, sedang dan akan dilakukan oleh lawan terus dipantau. Setelahnya, membandingkan dengan yang dilakukan Indonesia.

Ahli strategi perang asal China yang terkenal Sun Tzu mengatakan, kemenangan itu direncanakan. Karenanya, pemenang itu memenangkan peperangan sebelum berperang. Sedangkan pecundang baru merencanakan kemenangan ketika masuk dalam peperangan, tambahnya.

#Kemenpar
BERITA TERKAIT
Budaya Raja Ampat di Festival Pesona Bahari 2018
(Business Gethering ITB Asia 2018) Penuhi Janji, Menpar Promosikan NTB
Liburan Seru? Ayo Coba ke Onan Runggu 1 Sipahutar
Diplomasi Kopi Menpar Hebohkan ITB Asia 2018
Nikmati Raja Ampat Melalui Live On Board
(Singapura) Menpar di ITB Asia 2018, Wisata Halal Tebar Pesona
Musisi Internasional Bakal Gebrak SIMFest 2018

ke atas