EKONOMI

Senin, 01 Oktober 2018 | 14:01 WIB
Highlight

Jokowi Akui Distribusi BBM ke Palu Masih Sulit

Wahid Ma'ruf
Jokowi Akui Distribusi BBM ke Palu Masih Sulit
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: inilahcom)
1


INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah mengupayakan beberapa masalah dasar yang dibutuhkan dalam penanganan usai bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), bisa segera diselesaikan dalam 1-2 hari ke depan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, ada beberapa desa yang karena alat beratnya belum ada, belum dapat dilaksanakan evakuasi terhadap para korban. Namun, Presiden optimistis Senin, (1/10/2018) pagi alat berat tersebut sudah datang.

Tadi Pak Menteri PU sudah mengerahkan alat berat dari Mamuju, dari Gorontalo, dari Poso menuju ke sini. Insyaallah nanti malam ini (Minggu malam) datang, kemudian besok pagi mulai evakuasi di tempat-tempat yang masih kita perkirakan ada korban yang belum bisa kita ambil, kata Presiden Jokowi kepada wartawan di Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri, Kota Palu, sore usai melakukan peninjauan sejumlah lokasi gempa di Palu, Minggu (30/9/2018).

Sementara yang berkaitan dengan korban yang luka-luka, menurut Presiden Jokowi sebagian ditangani di rumah sakit di Palu. Tetapi sebagian besar, hampir 900 orang akan dibawa ke Makassar untuk ditangani di sana.

Adapun terkait dengan penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), Presiden Jokowi mengakui di lapangan SPBU-SPBU penuh dengan masyarakat yang ingin mendapatkan BBM. Ia menyebutkan, hal ini karena terbatasnya pasokan BBM karena jalan menuju ke Palu masih banyak terkendala karena jembatan runtuh, longsoran, dan lain-lain.

Tapi baru saja, 1 jam yang lalu saya perintahkan kepada Menteri ESDM untuk membawa BBM dengan pesawat, entah dari Makassar, entah dari Balikpapan, maupun dari Jawa, pesawat khusus BBM. Sehingga kita harapkan besok urusan BBM sudah bisa kita selesaikan, tegas Presiden.

Sedang yang berkaitan dengan listrik, Presiden menjelaskan, ada 7 (tujuh) gardu listrik yang ada di Palu, namun yang berfungsi hanya 2 (dua), yang 5 (lima) masih ada masalah besar sehingga perlu penanganan khusus.

Saya tadi sudah telepon kepada Menteri BUMN, Menteri ESDM agar ini diselesaikan dengan gardu yang mobile. Ini masih akan dikirim dari Jawa menuju ke Palu. Ini moga-moga juga bisa cepat untuk menyelesaikan urusan yang berkaitan dengan listrik, ucap Presiden.

Kemudian untuk makanan dan air, diakui Presiden Jokowi, juga masih ada masalah karena banyak toko yang belum buka. Presiden Jokowi berharap dalam masa tanggap darurat ini segera bisa diatasi dan terselesaikan.

Soal tanggap darurat itu, Presiden Jokowi berharap dapat diselesaikan secepat-cepatnya sehingga dapat masuk ke tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi, baik untuk fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, dan jembatan maupun untuk rumah-rumah warga.

Jangan Tinggalkan Palu

Menanggapi keinginan sejumlah warga yang ingin meninggalkan kota Palu, Presiden Jokowi meminta pejabat terkait untuk segera memulihkan aktivitas ekonomi dengan terjadinya gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (28/9) lalu. Dengan pemulihan aktivitas ekonomi itu, diharapkan masyarakat tidak tinggalkan kota Palu.

Kita harapkan masyarakat tetap tinggal di Palu, kemudian juga segera bisa menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari sehingga bisa berjalan normal kembali, kata Presiden Jokowi seperti mengutip setkab.go.id.

Diakui Presiden Jokowi hingga saat ini masih ada gempa-gempa kecil susulan. Karena itu, Presiden mengingatkan masyarakat agar tetap waspada.

Setelah meninjau empat titik terdampak bencana gempa dan tsunami di Palu, Presiden dan rombongan langsung bertolak kembali ke Jakarta melalui Bandara Mutiara Sis Al Jufri, pada pukul 17.05 WIB, dan tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusma Jakarta pukul 18.20 WIB.
#GempaPalu #Jokowi
BERITA TERKAIT
DPR Sebut Rupiah Bisa Turun hingga 2019
HUT Partai Golkar Ke-54 dan Revolusi Industri 4.0
Pengungsi Petobo Nikmati Lampu Hemat Energi
Ini Alasan Pemerintah Paksa Pertamina Tekor Rp36 T
Besok DPR Minta Keterangan Jonan Soal Premium
(Premium Batal Naik) Dirjen Migas: Subsidi Solar Jadi Rp 2.000
Presiden Sebut Realistis Harga BBM Subsidi Tetap

ke atas