EKONOMI

Selasa, 02 Oktober 2018 | 17:30 WIB

Kurs Rupiah Terburuk, Ini Respons Menko Darmin

Ahmad Farhan Faris
Kurs Rupiah Terburuk, Ini Respons Menko Darmin
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Hari ini, posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, semakin hancur saja. Bahkan boleh dibilang yang terburuk di era pemerintahan Joko Widodo. Lalu apa respons dari tim ekonomi Kabinet kerja?

Saat wartawan menanyakan hal ini kepada Menko Perekonomian Darmin Nasution di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (2/10/2018), tak terdengar jawaban yang memuaskan. "Setiap ada perubahan, kalian sibuk apa langkahnya," keluh Darmin.

Nilai tukar rupiah sudah menembus batas psikologis (Rp15 ribu/US$) lho pak? "Iya psikologis, tapi kan psikologis itu bukan realita. Ya ini memang kita belum tahu informasi seluruhnya apa, kenapa bergerak begitu. Ya, biar saja dulu-lah,"

Saat ditanya lagi dampak pelemahan rupiah bakal mengerek harga serta komponen biaya bagi pelaku bisnis, lagi-lagi Darmin menjawab tak serius. "O..iya, ya kamu juga tahu. Udah nanti aja pokoknya kita cerna dulu semua. Jangan buru-buru kamu minta orang komentar," paparnya.

Tak puas dengan jawaban mantan Gubernur Bank Indonesia itu, para kuli tinta kembali mengajukan pertanyaan. Kurang lebih meminta pendapat Darmin, bagaimana pelaku pasar harus menyikapi kondisi ini.
"Pokoknya saya blm mau komentar dulu. Saya coba pulang dulu, saya pelajari. Nanti kita lihat ya," ungkapnya.

Perdagangan Selasa (2/10) siang, nilai tukar rupiah ambruk diterjang tsunami dolar AS hingga ke batas psikologis. Levelnya terkulai hingga Rp15.001 per US$ pada pukul 10.59 WIB.

Menurut Reuters, kurs rupiah terus menunjukkan pelemahan sejak pembukaan perdagangan. Di mana, titik terkuatnya berada di Rp14.910 per US$, sementara titik terlemahnya Rp15.001 per US$.

Berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang diumumkan Bank Indonesia (BI), Selasa (2/10/2018), kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.988 per US$. Atau melemah 83 poin dari posisi Rp14.905 pada Senin (1/10/2018).

Nilai tukar rupiah di Selasa ini merupakan tingkatan terlemah di era Joko Widodo. Membuktikan bahwa upaya BI mengerek suku bunga acuan (BI-7 Day Reverse Repo Rate) sebanyak lima kali menjadi 5,75%, tak mampu mendongkrak rupiah. [ipe]

#MenkoDarmin #Rupiah #BankIndonesia #DolarAS
BERITA TERKAIT
Gegara BI, Sri Mulyani Minta Revisi Kurs Rupiah
Perkirakan Kurs Rupiah 2019 dari BI Berubah Lagi
RI-Jepang Teken Amandemen Swap Arrangement
Indef: Sepekan ini, Rupiah Tetap Akan Bergoyang
Rupiah Masih Loyo, Rizal Ramli Punya Obat Kuatnya
BI: Triwulan III, Tren Kegiatan Usaha Menurun
Rupiah Jatuh, Ini Penilaian DPR ke Menkeu

ke atas