MOZAIK

Senin, 08 Oktober 2018 | 00:01 WIB

Mat Kelor: Orang-orang Aneh yang Ingin Masuk Surga

KH Ahmad Imam Mawardi
Mat Kelor: Orang-orang Aneh yang Ingin Masuk Surga
(Foto: Ilustrasi)

KALAU ada orang yang rajin sekali datang ke masjid walau jaraknya jauh dan walau sering kehilangan sandal di masjid, lalu dia berkata bahwa semua ini dilakukannya demi dirinya masuk surga, maka hal ini bukanlah hal aneh. Dia juga tidak termasuk orang aneh. Wajar dan pantas, karena surga adalah tempat terindah, yang mau masuk ke dalamnya harus berlomba.

Kalau ada orang yang sandalnya saja tidak pernah sampai masjid, apalagi orangnya, lalu dia berkata bahwa dia ingin masuk surga, maka ini termasuk aneh. Bagaimana akan sampai ke surganya Allah kalau selama hidup tak pernah bertamu ke rumah Allah dan tak pernah menyapa Allah? Orang ini adalah orang aneh.

Kalau ada orang yang setiap ada permintaan sumbangan untuk agama Allah bersemangat dan bersegera menyumbangkan yang terbaik dari apa yang dimiliki, lalu dia berkata bahwa semuanya adalah untuk menjadi penghuni surga yang abadi dalam bahagia, maka ini adalah hal wajar. Semakin bagus dan menyenangkan sebuah rumah pastilah semakin mahal harganya.

Kalau ada orang yang pelit sekali berderma untuk agama Allah, namun jor-joran sekali untuk selain agama Allah, lalu dia berharap bahwa nanti dirinya masuk surga, maka ini adalah hal aneh. Orang ini adalah orang aneh. Manusia model begini ini ada, bahkan dengan lantang berkata: "Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga."

Untuk mereka yang berharap surga, namun tak mau beramal, Imam Syafi'i menyebutnya sebagai orang gila, Imam Mawardi menyebutnya sebagai orang aneh. Teringatlah saya akan satu ungkapan dari Mat Kelor: "Shalat ya tidak, shadaqah ya tidak, maksiat ya doyan tapi sesumbar bahwa dirinya pasti bisa masuk surga. Emang punya "orang dalam" di akhirat yang bisa disogok dan diajak kongkalikong?" Hahaaa. Beramallah dengan ikhlas dan berharaplah akan ridlaNya. Salam, AIM. [*]

#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Kisah Terindah
Membunuh Waktu Mengais Hikmah dari Senior
Mengkritik Imam Al-Ghazali yang Tak Pernah Perang
Haruskah Kita Ikuti Kisah Sukses Orang Lain?
Waktu adalah Uang
Menghormati, Menghargai dan Tak Menyakiti
Berbekallah untuk Perjalananmu

ke atas