EKONOMI

Kamis, 04 Oktober 2018 | 16:28 WIB

300 Hektar Kawasan di TNGG Pangrango Kembali Hijau

300 Hektar Kawasan di TNGG Pangrango Kembali Hijau
(Foto: KementerianLHK)

INILAHCOM, Jakarta - Dalam waktu 10 tahun, seluas 300 hektar lahan terbuka di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), kembali tumbuh subur menjadi hutan, berkat program Green Wall.

Program ini merupakan upaya pemulihan ekosistem berbasis masyarakat, yang dilakukan sejak tahun 2008, oleh Balai Besar TNGGP bersama Conservation International (CI) Indonesia, dan Daikin Industries, di Resort Nagrak TNGGP.

Sekretaris Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Herry Subagjadi menyampaikan, terwujudnya keberhasilan pemulihan ekosistem Nagrak ini, berkat adanya kerjasama yang baik antara berbagai pihak.

"Tujuan pemulihan ekosistem tersebut adalah untuk mengembalikan ekosistem pada kondisi asli, atau mendekati aslinya. Upaya tersebut telah dilakukan selama kurang lebih 10 tahun dengan hasil yang signifikan. Hal ini merupakan dukungan yang sangat positif, dalam upaya pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia, " tuturnya saat mewakili Dirjen KSDAE, membuka Dialog Nasional Pemulihan Ekosistem, di Jakarta (3/10/2018).

Herry juga berharap, keberhasilan ini dapat menjadi contoh untuk diaplikasikan pada kawasan konservasi lainnya, karena menggunakan pendekatan berbasis masyarakat, yang menyatukan aspek sosial, ekologi, dan ekonomi dalam desain programnya, serta adanya kolaborasi pihak-pihak terkait, dalam penanaman dan pengawasan secara berkala.

Manfaat nyata pemulihan ekosistem ini juga dirasakan oleh 750 keluarga sekitar kawasan, sebagaimana disampaikan Kepala Desa Cihanjawar, Dodi Rahmat, yang menuturkan, kini masyarakat dapat memperoleh akses air bersih sepanjang musim dari mata air. Sebelumnya, masyarakat harus menempuh perjalanan selama 3-4 jam sepanjang 4,5 km untuk memperoleh air bersih dari sungai terdekat.

"Sekarang, mereka mendapatkan beragam manfaat, bukan hanya air bersih, tetapi alternatif ekonomi, tempat untuk rekreasi dan belajar, dan lain-lain. Setelah tahu dan mendapat dampak positif dari hutan yang ada, kami secara proaktif mendukung program itu, dan menjadi penjaga hutan," ujarnya bangga.

Selain itu, lokasi pemulihan ekosistem ini menjadi habitat baru bagi satwa liar, sebanyak delapan jenis mamalia dan kurang lebih 50 jenis burung diketahui menggunakan area ini. Masyarakat juga turut menanam, memonitor, dan memelihara 120 ribu pohon di dalam kawasan, hingga memiliki tingkat keberhasilan tumbuh rata-rata 85-95%, dengan tingkat pertumbuhan tanaman rata-rata 57-120,5 cm per tahun.

Sementara Vice President CI Indonesia, Ketut Sarjana Putra mengatakan, kunci kesuksesan program ini adalah masyarakat. "Kami telah melibatkan masyarakat sedari awal, dimulai dari merancang program, pemantauan, dan evaluasi. Ketika masyarakat merasakan manfaat dari upaya konservasi, maka masyarakat menjadi pelaku konservasi tersebut," jelasnya.

Dalam dialog bertema "Cerita Sukses Pemulihan Ekosistem Hutan Tropis : Kemitraan Publik Swasta dalam Pemulihan Ekosistem di TNGGP" ini, turut hadir Honorary Officer Daikin Industries, Satoru Fujimoto, yang menjelaskan alasannya memilih Indonesia, karena selain memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi, tetapi juga dikarenakan pihaknya ingin berpartisipasi, dalam mengurangi kerusakan hutan di Indonesia.

Apresiasi terhadap program Green Wall juga disampaikan oleh Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Nur Hygiawati. "Dalam rancangan masterplan redesign pembangunan hutan Indonesia, Bappenas melihat banyak peran strategis hutan di sejumlah aspek termasuk sebagai pilar utama pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs)," pungkasnya.

Dialog ditutup dengan pemberian penghargaan dari Dirjen KSDAE, KLHK, yang diwakili oleh Sekditjen KSDAE, kepada Kepala Desa Cihanjawar, CI Indonesia, dan Daikin Industries, atas dukungannya dalam menjaga kelestarian kawasan hutan TNGGP. [*]

#LHK #KementerianLHK
BERITA TERKAIT
Dua Anak Harimau Sumatera Kembali Lahir
Kerja Sama Iklim RI-Norwegia Segera Menuai Hasil
KLHK: Tingkatkan Peran Nyata Perempuan dalam LHK
BKSDA Jateng Terus Bina Desa Penyangga Konservasi
KLHK Raih Penghargaan Bhumandala Kanaka
RI Ungkap Strategi Pangkas Emisi di Talanoa Dialog
Indonesia Raih Gold Award pada Egypt CHM Ceremony

ke atas