PASAR MODAL

Kamis, 04 Oktober 2018 | 19:03 WIB
Highlight

Kenapa Sih China Jadi Pemicu Perang Dagang?

Wahid Ma'ruf
Kenapa Sih China Jadi Pemicu Perang Dagang?
(Foto: Istimewa)


INILAHCOM, New York - Kurangnya perlindungan properti intelektual adalah salah satu keluhan utama Presiden AS, Donald Trump tentang China.

Dengan dua ekonomi terbesar di dunia saling berperang dalam perang dagang, Beijing menunjuk pada statistik yang menunjukkan bahwa ia menghormati hak-hak perusahaan internasional.

Namun para ahli mengatakan negara masih menggunakan sistem hukum yang dikendalikan negara untuk mengambil rahasia dagang apa pun yang diinginkannya untuk perusahaannya sendiri.

Itu pendapat yang dibagikan oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang berpendapat bahwa sistem China dapat memaksa perusahaan untuk melepaskan rahasia teknologi atau perdagangan mereka jika mereka ingin melakukan bisnis di negara tersebut. Dan itu bahkan tidak memperhitungkan dugaan pencurian kekayaan intelektual langsung, yang dikatakan para pencela merajalela di China.

Dalam laporan Maret, Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat menunjuk pada "banyak masalah perlindungan IP" di China, termasuk pemindahan teknologi paksa dan pencurian rahasia dagang. Sementara itu, Uni Eropa, dalam laporan bulan Februari, menyebutkan masalah termasuk persyaratan untuk "pengungkapan informasi bisnis ketika mencoba memasuki pasar China" seperti dalam usaha patungan.

Untuk bagiannya, Kementerian Luar Negeri China mengatakan pada bulan Juli bahwa tuduhan pencurian adalah "tidak berdasar" dan mengutip statistik, termasuk peringkat global teratas negara itu untuk permohonan paten penemuan diterima dan pembayarannya pada 2017 sebesar US$28,6 miliar dalam royalti.

#BursaSaham #Dolar #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Bersikap Tenang Saat Bursa Cenderung Tertekan
Meramal Pergerakan IHSG Pasca Debat Capres
China Yakin Bisa Capai Kesepakatan dengan AS
Pekan Ketiga, IHSG Masih di Jalur Positif
Harga Emas di Level Tertinggi Dua Pekan Terakhir
Inilah Pemicu Harga Tertinggi Harga Minyak Mentah
Dolar AS Turun Respon Kesepakatan Anggaran

ke atas