EKONOMI

Sabtu, 06 Oktober 2018 | 14:45 WIB

KLHK & Muhammadiyah Bersama Pacu Perhutanan Sosial

KLHK & Muhammadiyah Bersama Pacu Perhutanan Sosial
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menerima kunjungan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (4/10/2018). Pertemuan ini menindaklanjuti kerjasama antara KLHK dan Muhammadiyah yang telah disepakati terdahulu.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti melaporkan kepada Menteri LHK tentang kemajuan dan hambatan yang terjadi di lapangan. Menurutnya, yang telah berjalan dengan baik saat ini adalah kerjasama pengelolaan sampah, bersama Direktorat Pengelolaan Sampah pada Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan B3, KLHK.

Kegiatan lain yang dilakukan Muhammadiyah adalah terkait program strategis Perhutanan Sosial. Saat ini, yang mungkin segera direalisasikan adalah pendampingan masyarakat untuk mendapatkan hak kelola di bekas area konsesi sebuah perusahaan di Jambi.

Secara Khusus, Menteri Siti mendukung PP Muhammadiyah yang turut membantu percepatan program Perhutanan Sosial di Provinsi Jambi. Pada pertemuan siang itu, Menteri Siti memberikan contoh pola-pola kegiatan Perhutanan Sosial.

Menteri Siti mencontohkan pola pendampingan langsung kepada masyarakat untuk mendapatkan hak kelola kawasan hutan. Pola lain yang dicontohkan adalah pola kegiatan produksi dan jasa lingkungan ekowisata melalui koperasi milik PP Muhammadiyah.

Selain di Jambi, KLHK dan Muhammadiyah juga bekerja sama dalam pendampingan masyarakat untuk Perhutanan Sosial di Muara Gembong, Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Meski masih dalam tahap survey oleh kedua belah pihak, diyakini tidak lama lagi akan berjalan kegiatan di lokasi tersebut dengan melibatkan salah satu perbankan milik negara sebagai pemberi Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pada pertemuan tersebut Mu'ti juga meminta arahan dari Menteri LHK terkait Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) untuk pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang. Selain itu, PP Muhammadiyah juga tengah membangun kampus baru yaitu Universitas Muhammadiyah Bandung. Hingga saat ini PP Muhammadiyah telah memiliki 174 Perguruan Tinggi di Indonesia.

PP Muhammadiyah juga melaporkan bahwa saat ini akan menjajaki kemungkinan untuk membantu pemerintah dalam hal ekowisata. Mu'ti mengatakan pihaknya akan membeli sebuah kapal wisata untuk mengakomodasi wisatawan yang akan berkunjung ke Taman Nasional Karimun Jawa di Jepara, Jawa Tengah.

Menyadur arahan Presiden Joko Widodo, Menteri LHK mengatakan kepada tamu yang hadir bahwa rakyat-rakyat dan organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah harus ditolong. Ditolong maksudnya adalah mendukung mereka dalam pengelolaan lingkungan dan kehutanan ke arah yang lebih baik. "Perintah presiden, tolong rakyatnya dan organisasi-organisasi," ujar Menteri Siti. [*]

#LHK #KementerianLHK #PerhutananSosial
BERITA TERKAIT
Bebani Pengrajin Kecil, Jateng Minta SVLK Dicabut
Indonesia akan Hadir pada COP Bahas Pengelolaan B3
KLHK akan Gelar Pekan Lingkungan Hidup & Kehutanan
Siti Sebut Reklamasi Hutan Eks Tambang Masih Minim
Siti Minta Industri Tambang Perhatikan Hutan & DAS
KLHK-Wakatobi akan Bangun Infrastruktur Strategis
Bos LHK: Pemanfaatan Hutan Tak Ganggu Ekosistem

kembali ke atas