EKONOMI

Minggu, 07 Oktober 2018 | 11:01 WIB

Inilah 'Leadership' Era Digital Ala Ridwan Kamil

Ahmad Munjin
Inilah 'Leadership' Era Digital Ala Ridwan Kamil
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Bogor - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengemukakan prinsip dasar leadership atau kepemimpinan di era teknologi digital seperti saat ini. Risiko pemimpin di era digital, segala tindak tanduknya akan diperhatikan publik.

"Prinsip di era digital ini yang terpenting relevan. Relevan itu dia (pemimpin) tahu bagaimana bersikap di era yang serba cepat, serba transparan," ungkap Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, saat menjadi narasumber seminar Leadership in the Digital Era yang digelar di Auditorium Mandiri Mahasiswa IPB, Dramaga, Kabupaten Bogor, Sabtu (6/10/18).

"Setiap tindak-tanduknya pasti akan dimonitor oleh warga secara digital, enggak boleh ada error, ada ketidakjujuran karena pasti akan ketahuan," lanjutnya.

Selain relevan, kepemimpinan yang dibutuhkan di era digital ini adalah visioner. Seorang pemimpin yang memiliki pemikiran jauh ke depan.

"Indonesia oleh Bung Karno lahir dari impian. Maka Jawa Barat lima tahun ke depan akan saya impikan menjadi Juara Lahir Bathin. Juaranya karena menjadi pemenang, lalu lahir bathinnya saya akan seimbangkan urusan dunia dengan akhirat," papar Emil.

Inovasi juga menjadi kunci apabila pemimpin di era digital ingin berhasil. Seorang pemimpin harus mampu menciptakan berbagai inovasi melalui ide-ide kreatifnya.

Kemudian risk taker, pemimpin berani mengambil risiko. "Risk taker, berani mengambil risiko. Kalau tidak berani mengambil risiko jangan jadi pemimpin," jelas Emil.

Prinsip terakhir kepemimpinan di era digital, yaitu agent of change atau agen perubahan. Pemimpin era digital dituntut mampu membawa perubahan bagi yang dipimpinnya. [jin]

#Leadership #EraDigital #RidwanKamil
BERITA TERKAIT
Emil: Jabar Butuh 1.500 Penerbangan untuk Umroh
Poles Jawa Barat, Kang Emil Minta Tolong Pemuda
Bulan Ini, Bandara Kertajati Siap Layani Umroh
Inilah Kondisi Gagal Bayar Jiwasraya Versi DPR
Impor Migas Turun, Ini Penjelasan Anak Buah Jonan
Gegara BI, Sri Mulyani Minta Revisi Kurs Rupiah
ESDM: PKP2B Belum Ada Yang Berubah Jadi IUPK

ke atas