EKONOMI

Senin, 08 Oktober 2018 | 00:15 WIB

Inilah Risiko Pelemahan Rupiah Bagi NKRI

Indra Hendriana
Inilah Risiko Pelemahan Rupiah Bagi NKRI
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah tak seharusnya menyepelekan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Jadi harus mencari jalan keluar untuk menyehatkan nilai tukar rupiah.

Sebab, bila tidak makan dinilai akan berimbas ke pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bahkan Ekonom Indef, Bhima Arya Yuhistira memprediksi pertumbuhan ekonomi stagnan. Outlook ekonomi Indonesia masih dibayangi stagnasi pertumbuhan di kisaran 5%, kata Bhima kepada INILAHCOM, Minggu (7/10/2018).

Selain itu, dampak lainnya adalah terhadap sektor swasta. Mereka, kata dia, akan gagal bayar utang bila dollar AS terus menunjukkan tren keperkasaan.

Kalau super dolar terus hantam rupiah imbas ke gagal bayar utang swasta tinggi. Swasta akan tunda ekspansi dan kalau terjepit bisa sebabkan PHK massal, ujar dia.

Tentunya, hal tersebut imbasnya juga ke masyarakat. Salah satu imbasnya adalah naiknya harga kebutuhan pokok. Buat masyarakat akan ada imbas ke harga barang kebutuhan pokok. Deflasi bulan Agustus dan September 2018 hanya temporer jangan terjebak oleh harga barang yang turun. Kondisinya dari sisi harga produsen sudah mengalami kenaikan, kata dia.

Kemudian, kata dia, Indeks Harga perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,08 persen terhadap bulan sebelumnya. Artinya, pedagang dan produsen sedang memangkas marjinnya, karena kenaikan harga jual di tingkat konsumen bisa turunkan omset.

Dilematis. Pertanyaan nya pedagang kuat potong marjin sampai kapan? Belum lagi cepat atau lambat harga BBM akan disesuaikan. Ini pukulan kedua bagi daya beli masyarakat, ujar dia.

Dengan demikian, secara umum sampai 2020 ekonomi indonesia akan diterpa badai besar. Pertumbuhan tahun ini diprediksi hanya 5-5,1%, ujar Bhima. [hid]

#Rupiah #NaracaPerdagangan #MenkeuSMI
BERITA TERKAIT
Neraca Dagang dan Impor Bikin Sri Mulyani Girang
(Pertemuan IMF-World Bank) Sri Mulyani Dinginkan Negara Pelopor Perang Dagang
Indef: Sepekan ini, Rupiah Tetap Akan Bergoyang
Ketua DPR Dukung Presiden Soal Kondisi Ekonomi
Rupiah Masih Loyo, Rizal Ramli Punya Obat Kuatnya
Bali Fintech Jadi Acuan Peserta Sidang IMF
Krisis Global, Jokowi Ogah Tiru "Game of Thrones"

ke atas