EKONOMI

Senin, 08 Oktober 2018 | 14:15 WIB

Rupiah Babak Belur, Siap-siap Barang Makin Mahal

Indra Hendriana
Rupiah Babak Belur, Siap-siap Barang Makin Mahal
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Jangan lupa, melemahnya nilai tukar (kurs) rupiah terhadap US$, bisa memicu kenaikan harga (defisit). Naga-naganya, harga melambung di bulan ini.

Dampaknya ke ekonomi sejauh ini kalau kami lihat pelan-pelan sudah mulai kelihatan. Saya khawatir dalam waktu dua sampai tiga bulan kedepan pengaruhnya ke inflasi, kata Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual melalui telpon, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Menurut David, kenaikan inflasi itu karena kebanyakan produsen akan menaikan harga kebutuhan pokok di akhir Oktober 2018. Hal itu diketahuinya setelah berkomunikasi dengan para produsen. Jadi inflasi, kami bicara dengan banyak produsen itu banyak yang berfikir akan menaikan harga di bulan Oktober, kata dia.

David mengamini kenaikan inflasi saat ini memang belum dirasakan karena ditahan harga kebutukan pokok yang belum naik. Namun, dalam dua atau tiga bulan kedepan inflasi akan mulai terasa.

Yang menbuat inflasi rendah itu karena harga besar, cabe, bawang ini relatif rendah. Sehingga dalam beberapa bulan terakhir rendah. Saya khawatir bulan Oktober ini proses food bisa pengaruhi harga makanan. Dan saya lihat beras mulai naik, kata dia.

Dalam kesempatan ini David mengatakan, pelemahan rupiah banyak disebabkan dari faktor eksternal. Jadi semua negara emerging market mengalami pelemahan, kata dia.

Dengan begitu pemerintah diminta mengambil langkah dengan hati-hati dalam menyikapi hal ini. Sebab bila tidak rupiah malah akan lebih terpuruk.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), komponen inti pada September 2018 mengalami inflasi sebesar 0,28%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (JanuariSeptember) 2018 sebesar 2,38%. Sedangkan inflasi tahunan (September 2018 terhadap September 2017) sebesar 2,82%.

Laju inflasi di awal pekan ini, sudah mulai terpantau. Bank Indonesia (BI) menyebutkan, laju inflasi pada pekan pertama Oktober 2018 secara bulanan (month to month) mencapai 0,01% atau secara tahunan (year on year) 2,89%. [ipe]

#Inflasi #Kurs #Rupiah #Defisit
BERITA TERKAIT
Defisit 2020 Susut, Sri Mulyani Janji Ekonomi Oke
Pasar Ekspor akan Andalkan Industri Otomotif
(Jangan Remehkan Binis Kaos) Kaos Hari Merdeka & Billionaires Laku Rp40,5 Juta
Jonan Janjikan 2020 Seluruh Rumah Teraliri Listrik
Bank DKI Berikan Akses ke Mitra Kerja Jaya Ancol
PLN & ICON+ Gelar Program Merdeka di Era Digital
Ekspor Cangkang Sawit, Penuhi Bahan Energi Hijau

kembali ke atas