MOZAIK

Selasa, 09 Oktober 2018 | 04:05 WIB

Bisakah Dirimu Melihat Langit?

KH Ahmad Imam Mawardi
Bisakah Dirimu Melihat Langit?
(Foto: Istimewa)

BISAKAH kita memandang langit dari lubang kecil dari jarum yang kecil? Semua akan menjawab bisa. Sesempit apapun hidup kita, biasakan bisa memandang langit. Dengan melihat langit, ada kesadaran baru bahwa ada zona yang masih hehing, jauh dari hiruk pikuk bumi yang kita tempati ini.

Benar bahwa hiruk pikuk itu tak selalu bermakna tak nyaman, yakni saat keramaian itu memiliki makna yang merangsang banyak hati merasa bahagia, saat suara-suara yang mengisi ruang publik adalah suara indah, merdu dan suara yang membawa nilai cinta. Namun saat keramaian itu menyebabkan banyak hati merasa sesak dan sempit, saat suara-suara itu bermuatan ancaman dan kebencian, maka sungguh saat itulah hiruk pikuk pantas dinyatakan sebagai sesuatu yang tak nyaman.

Sungguh tak mungkin bisa menjadi negeri yang nyaman dan damai saat frekuensi suara radio dan TV serta semua chanel komunikasi dipenuhi oleh kebohongan, fitnah, ancaman dan tuduhan. Negeri ini membutuhkan sosok tokoh yang sejuk, kalem, dan penuh nilai dalam kesehariannya.

Ulama dan santri serta segenap tokoh agama dan para cendekia sungguh diharap mampu menjadi tulang punggung negeri yang terancam retak, menjadi tiang pancang bendera merah putih yang mewasiatkan bhinneka tunggal ika. Mari kita menatap langit, lalu panjatkan doa untuk hidup kita, hidup negeri kita. Salam, AIM, Pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya. [*]

#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Diam dan Mendiamkan adalah Pilihan Solusi
Lapar, Akibat dan Solusinya
Jangan Berputus Asa, Gantungan Harap Kepada-Nya
Walau Demi Gengsi Jangan Bohong Tak Baik Akibatnya
Tak akan Pernah Aku Lupakan
Surat untuk Saudaraku yang Sedang Bersedih
Antara Harga Ayam, Harga Diri dan Harga HP

ke atas