EKONOMI

Senin, 08 Oktober 2018 | 18:50 WIB

Dilarang Kaget, Penderitaan Rupiah Hingga 2019

Indra Hendriana
Dilarang Kaget, Penderitaan Rupiah Hingga 2019
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap US$, diprediksi terus berlanjut hingga awal tahun depan. Mudahan-mudahan tidak benar.

Dengan begitu, pemerintah harus mempersiapkan langkah-langkah untuk menahan dolar AS, supaya tidak naik terus. Adapun pada hari ini (Senin, 8/10/2018) untuk 1 US$ setara Rp15.200.

Saya kira sampai tahun depan masih berlangsung. Jadi perlu ada persiapan lebih matang. Untuk kebijakan Plan a, plan b harus dipersiapkan dari sekarang, kata Pengamat Bank Central Asia (BCA), David Sumual, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Sebab, bila tidak pelemahan rupiah akan semakin dalam. Ia mengamini, pelemahan rupiah memang susah dibendung. Untuk itu, pemerintah harus hati-hari dalam memutuskan suatu kebijakan.

Apa yang harus dilakukan, saya pikir rupiah susah. Karena ini problem internasional jadi perang dagang ini yang memicu. Yang bisa dilakukan ya jangan sampai rupiah melemahnya drastis. Seperti di Turki dalam sehari melemahnya itu lebih dari 20 persen, kata dia.

Namun David tidak merinci, sampai level berapa, rupiah melemah terhadap dolar AS. Saat ini, penguatan dolar AS masih bisa ditahan karena pemerintah memiliki cadangan devisa yang lumayan besar.

Menurut dia, belum bisa bisa dipastikan sampai level rupiah tertekan. Untungnya dalam dua tahun terakhit cukup memompa cadangan devisa sampai 132 miliar. Saya engga tahu kalau cadangan devisa tidak sebesar itu, ujar dia. [ipe]

#NilaiTukar #Rupiah #DolarAS
BERITA TERKAIT
DPR Ragukan Peran Maskapai Penerbangan Asing
Ini Alasan RAPBN 2020 Lebih Ekspansif
Inflasi Bulan Mei 2019 Capai 0,68%
Lingkungan Hidup Jadi Isu Utama Forum APFW Korsel
Freeport Masih Nego dengan Bank Bangun Smelter
Amman Mineral Rogoh US$ 28 Juta untuk Blok Elang
Kemenhub Target Selesaikan 989,29 Km Jalur KA 2019

kembali ke atas