EKONOMI

Rabu, 10 Oktober 2018 | 05:09 WIB

Rupiah Rp15.200/US$, BI Masih Yakin "Rapopo"

Rupiah Rp15.200/US$, BI Masih Yakin "Rapopo"
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Nusa Dua - Meski nilai tukar (kurs) rupiah terhadap US$ mencapai level Rp15.200/US$, Bank Indonesia (BI) menilai bukan masalah. Karena masih dalam koridor fundamentalnya.

Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo, mengatakan, pergerakan rupiah saat ini, sangat dipengaruhi sentimen global, terutama perkembangan ekonomi Amerika Serikat (AS). "Rupiah saat ini relatif. Pergerakannya cukup dinamis. Kita lihat masih dalam batas fundamental. Dan, BI selalu hadir di pasar," kata Dody di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2018).

Di sisi lain, dengan masih adanya kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat (AS), Dody mengakui dolar AS saat ini masih menjadi safe heaven.

"Inilah hebatnya super dolar. Dalam kondisi negaranya maju, semua memilih dolar AS. Dalam kondisi negaranya melemah, orang lari-lari. Dalam hitungan, sepanjang trade war orang masih melihat dolar AS adalah safe heaven," kata Dody.

Dari data Bloomberg, pada perdgangan Selasa (9/10/2018), rupiah melemah di level Rp15.223 per US$ dari sebelumnya Rp15.217 per US$. Selanjutnya bergerak di rentang Rp15.222-Rp15.240 per US$. Sejak awal tahun, pelemahan kurs rupiah mencapai 12,34%. [tar]

#BankIndonesia #Kurs #Rupiah #DolarAS
BERITA TERKAIT
Demi Rupiah, Bos Mayapada Relakan US$73 Juta
RI-Jepang Teken Amandemen Swap Arrangement
Indef: Sepekan ini, Rupiah Tetap Akan Bergoyang
Rupiah Masih Loyo, Rizal Ramli Punya Obat Kuatnya
BI: Triwulan III, Tren Kegiatan Usaha Menurun
Rupiah Jatuh, Ini Penilaian DPR ke Menkeu
RR Sebut Menkeu Kualahan Selamatkan Rupiah

ke atas