MOZAIK

Jumat, 12 Oktober 2018 | 10:00 WIB

Apa Jejak yang Telah Kita Tinggalkan?

Apa Jejak yang Telah Kita Tinggalkan?
(Foto: Ilustrasi)

"Berhati-hatilah dengan perbuatan kalian. Ingatlah bahwa di atas bumi yang kalian pijak, ada jejak Rasulullah saw dan para sahabatnya dalam menegakkan kebaikan".

Terngiang terus kalimat sederhana tersebut yang diucapkan oleh salah seorang ustadz ketika penulis berkesempatan umroh. Ya, benar sekali. Di atas tanah yang penulis injak ini mungkin Rasulullah pernah bersedekah, mungkin juga ketika itu beliau sedang memberi pelajaran kepada para sahabatnya, atau mungkin juga beliau ketika itu sedang memberikan arahan dakwah kepada sahabatnya.

Atau jangan-jangan Abu bakar, Umar, Utsman atau Ali pernah melakukan kebaikan di tempat yang sama. Dan ada banyak kemungkinan-kemungkinan lain peristiwa atau pun amalan kebaikan dilakukan oleh orang-orang besar atau orang-orang kecil di atas setiap tanah yang kita pijak. Semua itu mungkin saja tercatat dalam sejarah tapi jauh lebih banyak lagi yang tidak tercatat. Satu yang pasti, sekecil apapun itu pasti tercatat di sisi Allah.

Di mana kita melangkahkan kaki kita kemarin? Dan jejak apa yang telah kita tinggalkan? Ke tempat maksiatkah kita melangkah? Tersesat dalam kubangan nafsu yang terus menerus memasung kebersihan nurani kita? Ataukah ke tempat di mana diri kita menjadi semakin baik di hadapan manusia dan di hadapanNya?

Inspirasi dalam menegakkan perjuangan dan keadilan. Kecintaan yang besar dari orang-orang yang merasa kita perhatikan. Kasih sayang dan kerinduan dari keluarga anak cucu kita. Lantunan doa yang terus dikumandangkan untuk pengajaran yang kita berikan. Semua itukah jejak kita? Ataukah kebencian, sumpah serapah, laknat manusia terhadap kejahatan yang pernah kita lakukan. Aduan doa dari orang-orang yang pernah kita ambil haknya. Atau penyesalan dari orang-orang yang mencintai kita, atas penyimpangan yang kita lakukan?

Apa jejak yang telah kita tinggalkan? dan kemana kita akan langkahkan kaki kita? Semua itu hanya kita yang bisa menjawabnya. Ya Allah. Jadikan hari esokku lebih baik dari kemarin dan jadikan kami bagian dari hamba-hambaMu yang senantiasa berbuat baik. [Porkas Halomoan]

Porkas Halomoan, Ketua Yayasan Wihdatul Ummah

#Kebaikan
BERITA TERKAIT
Membalas Keburukan dengan Kebaikan
Tak akan Pernah Aku Lupakan
Wahai Para Orang Tua, Jangan Remehkan Anak Muda
Tak Ada Ulama Jika Manusia Sempurna
Lima Bahaya Beristrikan Orang Kaya
Dunia Sangat Membutuhkan Islam
Allah tak Pernah Ingkar Janji

ke atas