PASAR MODAL

Kamis, 11 Oktober 2018 | 14:15 WIB

Dalam Tiga Tahun, SKRN Incar Kontrak US$100 Juta

M Fadil Djailani
Dalam Tiga Tahun, SKRN Incar Kontrak US$100 Juta
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN), mengincar kontrak US$100 juta hingga 2021. Korporasi ini optimis bisa meraih target lantaran bisnis sewa alat berat masuk tren positif.

Direktur Utama SKRN, Yafin Tandiono Tan, mengatakan, sebagian kontrak itu berasal dari beragam sektor, seperti migas, infrastruktur, dan pertambangan.
"Saat ini, kami sudah mengantongi kontrak US$40 juta dari dua perusahaan migas dan pertambangan. Jumlah ini ditargetkan terus bertambah hingga tiga tahun ke depan dan menjadi motor pertumbuhan pendapatan," kata Yafin di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Dia menegaskan, tahun ini, pendapatan SKRN ditargetkan mencapai Rp600 miliar, naik 25% dari 2017 sebesar Rp 480 miliar. Tahun depan, dia menegaskan, perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 20% menjadi Rp720 miliar dari estimasi 2018.

Hal ini didorong masih kuatnya permintaan sewa crane dari sektor migas, infrastruktur, hingga pertambangan. Yafin melanjutkan, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 600 miliar pada 2017 dan 2018. Seluruh dana capex dialokasikan untuk membeli crane dan alat berat lainnya.

Informasi saja PT Superkrane Mitra Utama Tbk hari ini Kamis (11/10/2018) secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan skema Intial Public Offering (IPO), dengan kode saham SKRN.

Itu berarti SKRN menjadi perusahaan tercatat yang ke-45 sepanjang tahun 2018 dan memecahkan rekor pencatatan saham sepanjang satu tahun kalender dan masih bisa terus bertambah lantaran tahun ini masih ada 2,5 bulan lagi.

Pada saat perdagangan awal, saham SKRN langsung melejit 50% ke Rp1,050 per saham atau naik 350 poin dari pencatatan perdana dibuka di harga Rp700 per saham.

Pada posisi tersebut saham SKRN diperdagangkan sebanyak 72 kali frekuensi dengan volume 33.099 lot saham dan menghasilkan nilai sebesar Rp3,84 miliar, namun selang beberapa menit saham SKRN terus turun dari angka tertingginya Rp1,050 per saham menuju level terendahnya Rp705 per saham pada pukul 09:06 WIB. [ipe]


BERITA TERKAIT
Produksi Minyak OPEC Turun di Bulan November
Wall Street Berpotensi Positif
China Diduga Serang Situs Jaringan Hotel Marriot
Bursa Asia Miliki Modal Lakukan Reli Positif Besok
Bursa Saham Eropa Positif Respon Keyakinan Trump
Saham Perdana ZONE Alami Autorejection
'Tato' Kode Saham Bermasalah, Tunggu Ijin OJK

ke atas