EKONOMI

Kamis, 11 Oktober 2018 | 13:05 WIB

Ini Topik Pertemuan Jokowi dan PM Singapura

Wahid Ma'ruf
Ini Topik Pertemuan Jokowi dan PM Singapura
Presiden Joko Widodo (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Nusa Dua - Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong untuk membahas tindak lanjut kerja sama dan realisasi investasi, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan ekonomi digital.

Pertemuan ini dalam rangkaian kegiatan IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018 di Nusa Dua, Bali pada Kamis (11/10/2018). Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi menyampaikan bahwa pertemuan tahunan dengan Singapura merupakan pertemuan yang rutin.

Menlu juga menegaskan tentang keseriusan pemerintah Indonesia dalam membahas tindaklanjut kerjasama bilateral ini. "Kita full team untuk pertemuan ini, terutama menteri-menteri Ekonomi," lanjut Menlu.

Sementara Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati juga membahas dampak terhadap lingkungan atas pembangunan industri yang sangat besar.

Berbicara tentang infrastruktur yang ramah lingkungan membawa kita pada dua tujuan akhir yang berkaitan, yaitu membuat negara makmur namun tetap dapat mengatasi dampak pertumbuhan ekonomi terhadap lingkungan, ujarnya secara terpisah di Nusa Dua Bali.

Infrastruktur merupakan pondasi dari pertumbuhan ekonomi. Tetapi, pada saat yang sama tidak mungkin pemerintah dapat mengkompensasi perkembangan ekonomi terhadap penurunan kualitas lingkungan hidup yang dapat mengorbankan masa depan generasi muda.

Indonesia sendiri telah mengutamakan lingkungan dan perubahan iklim pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional 2015-2019, tukas Menkeu seperti mengutip dari laman resmi Kemenkeu.

Lebih lanjut, Menkeu menyebutkan pemerintah telah mengalokasikan anggaran terkait perubahan iklim yang terus ditingkatkan. Tahun 2016 sebesar Rp73,2 triliun, tahun 2017 sebesar Rp81,8 triliun, dan ditingkat dengan tajam di tahun 2018 sebesar Rp121,45 triliun. Namun demikian, dana APBN saja tidak akan mampu mencukupi. Oleh sebab itu diperlukan investasi dari sektor swasta.

Satu alternatif instrumen keuangan yang telah disiapkan oleh Kemenkeu adalah Green Sukuk. Sejak diluncurkan pada awal tahun, instrumen ini telah menarik banyak investor. Penempatan dana akan digunakan pada berbagai proyek ramah lingkungan seperti energi terbarukan, transportasi public, bangunan rendah karbon, manajemen air dan sampah, dan ekowisata.

JBIC telah menjadi partner kerja Indonesia yang strategis. JBIC telah memberikan sebuah kerjasama yang sangat baik terkait kapasitas teknik di bidang pembiayaan infrastruktur, katanya di acara yang juga memperingati 60 tahun kerjasama Bilateral Indonesia dengan Jepang ini.

JBIC, lanjutnya, telah berkontribusi pada pembiayaan proyek infrastruktur di Indonesia dalam pembangunan pembangkit listrik, kereta api, maupun jalan tol. Pemerintah sangat menghargai komitmen dan perkembangan yang sangat bagus dari proyek-proyek JBIC.

Pemerintah pun akan terus meningkatkan kerjasama ini dan menjadikan JBIC rekan kerja yang penting dalam pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan.

#SidangIMF-WB #Jokowi #MenkeuSMI
BERITA TERKAIT
Neraca Dagang dan Impor Bikin Sri Mulyani Girang
(Pertemuan IMF-World Bank) Sri Mulyani Dinginkan Negara Pelopor Perang Dagang
Presiden Sebut Realistis Harga BBM Subsidi Tetap
Ketua DPR Dukung Presiden Soal Kondisi Ekonomi
Bali Fintech Jadi Acuan Peserta Sidang IMF
Krisis Global, Jokowi Ogah Tiru "Game of Thrones"
Rupiah Jatuh, Ini Penilaian DPR ke Menkeu

ke atas