NASIONAL

Kamis, 11 Oktober 2018 | 18:23 WIB
(Tanggapi Prabowo)

TKN Jokowi-Maruf: Tak Ada Elite Pengkhianat Bangsa

TKN Jokowi-Maruf: Tak Ada Elite Pengkhianat Bangsa
Juru Bicara TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin, M. Misbakhun (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pernyataan Capres Prabowo Subianto saat mengikuti acara di Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII), yang menuding ada pengkhianat negara di elite pemerintahan, dipertanyakan oleh Juru Bicara TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin, M. Misbakhun.

"Tidak ada elite pimpinan nasional selama Bapak Presiden Jokowi berkuasa sejak 2014 yang menjadi pengkhianat," kata Misbakhun, Kamis (11/10).

Kata Misbakhun, sejarah dan latar belakang kehidupan politik dan pribadi Jokowi jauh dari intrik politik dan permainan dunia usaha yang rumit. Kerja politik Jokowi melalui program pembangunan di semua sektor dan bidang selalu untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia di seluruh pelosok tanah air.

"Bahkan anak-anak beliau tidak bersentuhan dengan bisnis pemerintah. Mereka berwirausaha yang mandiri di sektor kuliner," kata Misbakhun.

"Perjalanan karir beliau tidak punya masalah sejarah masa lalu terhadap dinamika dan pergolakan politik elite di Jakarta. Sejarah politik Pak Jokowi bersih dari masa lalu yang ternoda," tambahnya.

Dilanjutkan Misbakhun, sungguh mengherankan dan mengagetkan kalau ada capres yang mengatakan bahwa ada elite pemimpin nasional yang menjadi pengkhianat untuk kepentingan kelompok dan keluarganya.

"Pertanyaan bagi Pak Prabowo, statement peringatan tersebut ditujukan kepada siapa dan dalam kepentingan apa?" kata Misbakhun.

Politikus Golkar itu mengatakan agar semua mengingat sejarah perjalanan kehidupan Prabowo sendiri dalam meniti karir militer dan politiknya. Di militer, Prabowo pernah dipecat dari posisinya di TNI oleh Dewan Kehormatan Militer karena dianggap melakukan 'pengkhianatan' atas sumpah parjurit dan Sapta Marga.

"Karena dianggap terlibat dalam kasus pelanggaran HAM saat kasus penculikan aktivis pada masa akhir periode Orde Baru," imbuhnya.

Termasuk sejarah orang tua Prabowo yang tidak bersih dari sejarah pengkhianatan, kata Misbakhun. Sebab mereka pernah menjadi bagian tokoh yang terlibat dalam sejarah pengkhianatan dan pemberontakan PRRI/Pemesta.

Untuk itu, lanjutnya, sangat mengherankan kalau Prabowo, sebagai capres, mengingatkan adanya elite pemimpin nasional sebagai pengkhianat. Karena peringatan ini lebih tepat ditujukan kepada pribadi beliau.

"Bisa jadi juga ditujukan kepada pemimpin nasional yang pernah mengatakan bahwa; 'I Love United States with all its faults. I consider it my second country'. Kalau itu yang dituju maka orang tersebut adalah bagian dari koalisi partai yang mengusung Pak Prabowo sebagai Capres di 2019 ini," beber Misbakhun.

Yang dimaksudnya pernah menyatakan hal itu adalah Susilo Bambang Yudhoyono, mantan presiden dan kini menjadi Juru Kampanye Prabowo-Sandiaga.

Sebelumnya Prabowo Subianto menilai persoalan bangsa Indonesia yang belum bisa terselesaikan sejak merdeka adalah soal pengkhianatan kaum elite.

"Pengkhianatan ini dilakukan oleh elite bangsa kita sendiri. Elite kita sudah tidak berpikir kepentingan yang besar, tidak berpikir kepentingan rakyat, mereka hanya berpikir untuk kepentingan kelompok dan keluarganya," kata Prabowo dalam pidato sambutannya di Rakernas LDII, di Pondok Gede, Jakarta, Kamis (11/10).

Prabowo juga mengungkapkan, elite merupakan seluruh kalangan yang dinilai memenuhi ke dalam kategori unsur kepemimpinan di bangsa Indonesia. Namun, mereka kini membuat jurang dengar rakyat yang sejatinya pemilik negeri ini.

"Contoh nyata, Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alam, namun tak sepenuhnya hasil kekayaan dapat dirasakan oleh masyarakat," paparnya. [rok]

#Jokowi
BERITA TERKAIT
Jokowi Terus Kembangkan Sistem Pencegahan Korupsi
Jokowi: Bela Negara Tak Cukup Kumpulkan Massa
Jokowi: Kemajuan Teknologi Harus Diimbangi Moral
Jokowi Lantik Gubernur Riau dan Bengkulu
Jokowi Prihatin Marak Berita Hoax
Jokowi Minta Humas Jangan Bangun Berita Hoax
Jokowi: Peran Humas Penting Promosikan Indonesia

ke atas