NASIONAL

Kamis, 11 Oktober 2018 | 18:11 WIB

Pesan Eni Saragih, 'Tolong Perhatikan Pak Idrus'

Ivan Setyadhi
Pesan Eni Saragih, 'Tolong Perhatikan Pak Idrus'
Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - 'Tolong Perhatikan Pak Idrus' kalimat itulah yang disampaikan Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih kepada Dirut PLN Sofyan Basir.

Keduanya kerap bertemu bersama Johannes Kotjo untuk membicarakan Proyek PLTU Riau.

Adapun alasan Eni menyampaikan kalimat tersebut, lantaran menganggap Idrus Marham sudah bekerja luar biasa untuk Partai Golkar.

"Saya bilang ke Pak Sofyan Basir, untuk perhatikan pak Idrus. Saya minta Pak Sofyan bicara ke Kotjo untuk memperhatikan Idrus," kata Eni saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta dalam sidang lanjutan perkara suap PLTU Riau-1, Kamis (11/10/2018).

Majelis hakim kemudian bertanya alasan Eni menyampaikan permintaan agar Idrus mendapat perhatian dari Kotjo.

"Saya inisiatif sendiri, karena saya tau Idrus itu bekerja di partai luar biasa, beliau betul menegakkan organisasi, dan saya pikir inisiatif dengan Pak Sofyan Basir, bicaralah dengan Kotjo supaya perhatikan Pak Idrus Marham. Kalau ada rejeki tolong perhatikan Pak Idrus Marham," beber Eni menjelaskan.

Eni juga sempat menyampaikan hal tersebut langsung kepada Kotjo, namun, Eni tak tahu kelanjutannya, apakah ada realisasi pemberian uang kepada Idrus Marham yang kini sudah berstatus tersangka dalam kasus ini.

Sejak awal, Kotjo memang ngebet untuk menggarap proyek PLTU milik PLN. Lewat Setya Novanto, Kotjo coba mendekati Sofyan Basir yang duduk dikursi Dirut BUMN tersebut.

Akhirnya, Novanto mengutus Eni untuk mengawal Kotjo mendapatkan Proyek PLTU. Eni disuruh lantaran duduk di Komisi VII yang bermitra langsung dengan PLN. [ton]

#SofyanBasir #KPK
BERITA TERKAIT
KPK Periksa Lagi Model Steffy Burase
Sakit, Gubernur Aceh Batal Jalani Pemeriksaan
(Geledah Rumah Billy Sindoro) KPK Temukan Uang di Rumah Bupati
Kasus Suap Izin Meikarta, KPK Temukan Kode 'Babe'
Istana Tak Terganggu Pengakuan Fayakhun
KPK Tak Ikut Campur Jika Proyek Meikarta Disetop
Fayakhun Sebut Idrus Kecipratan Uang Bakamla

ke atas