NASIONAL

Kamis, 11 Oktober 2018 | 23:02 WIB

Eni Beberkan Nama Politisi Golkar yang Diberi Suap

Ivan Setyadi
Eni Beberkan Nama Politisi Golkar yang Diberi Suap
Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih membeberkan sejumlah nama politisi Golkar yang diyakininya menerima uang panas PLTU Riau-1.

Hal itu disampaikan Eni dalam sidang lanjutan perkara suap PLTU Riau-1 dengan terdakwa Johannes B Kotjo. Uang tersebut diberikan Eni dalam rangka Munaslub Golkar.

"Dari panitia, dari DPP Pak Sarmuji namanya. Ya saya serahkan langsung disitu. Setelah di acc langsung saya serahkan dan itu dibuktikan ada pengembalian (uang ke KPK)," kata Eni di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Menurut Eni, Sarmuji saat itu menjabat sebagai Wakil Sekretaris steering committee atau panitia acara Munaslub Golkar. Sementara Eni, jadi Bendahara Munaslub.

Selain Sarmuji, berurutan Eni menyebut Wasekjen DPP Partai Golkar, Ratu Dian Hatifah, serta Ketua SC Munaslub Golkar, Ibnu Munzir.

"Ada Ratu Dian, ibu Wike, mungkin di pengajuan itu ada Ibnu Munzir, ada pengajuannya," terangnya.

Eni mengaku saat itu banyak panitia yang meminta pengeluaran dana untuk kegiatan Munaslub Golkar. Namun, Eni mengaku harus meminta persetujuan Sarmuji terlebih dahulu untuk mengeluarkan dana tersebut.

"Nah itu yang mengajukan (permintaan dana) ada namanya Ratu Dian, ada Ibu Wike, untuk pengeluaran catering dan sebagainya, terus tapi semua mau saya keluarkan atas persetujuan acc dari Wakil Sekretaris SC (Steering Committee)," imbuhnya.

Total Rp2 Miliar dirogoh Eni untuk keperluan Munaslub. Sementara asal uang, dari Kotjo sebagai fee pengurusan proyek PLTU Riau-1.

"Tidak langsung semuanya Rp2 miliar saya serahkan. Ada Rp250 juta, Rp100 juta, Rp50 juta banyak keperluan," ungkapnya.

Belakangan, KPK telah menerima pengembalian uang hasil dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1 dari tersangka Eni Maulani Saragih sebesar Rp2,25 miliar. Uang tersebut dikembalikan Eni kepada KPK dalam tiga kali tahapan.

Awalnya, Eni mengembalikan kepada KPK sebesar Rp1 miliar dalam dua kali tahapan. Kemudian, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI asal Golkar tersebut kembali menyetorkan bukti penyerahan uang ke KPK sejumlah Rp1,25 miliar pada hari ini.

Tak hanya Eni, KPK juga telah menerima pengembalian uang hasil dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1 dari salah satu elit Partai Golkar yang diketahui adalah Sarmuji. Uang yang diserahkan Sarmuji tersebut senilai Rp712 Miliar.

Eni merupakan tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1. Eni diduga bersama-sama Idrus Marham menerima hadiah atau janji dari Kotjo yang sedang disidang hari ini.

Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai US$900 juta.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.[jat]

#KPK #PLTURiau #IdrusMarham
BERITA TERKAIT
KPK Titip 10 Eks Anggota DPRD Malang ke Kejati
Kasus Meikarta, KPK Akan Periksa Deddy Mizwar
KPK Siapkan Strategi Khusus Usut BLBI
KPK Tak Lupakan Kasus Pelindo II
KPK Periksa Humas Sampai Staf Keuangan PN Jaksel
Irwandi Yusuf Tak Tahu Soal Suap di Aceh Marathon
Korupsi Gedung IPDN, KPK Dalami Peran 2 BUMN

ke atas