NASIONAL

Jumat, 12 Oktober 2018 | 01:02 WIB

KPK Akui Banyak Nama Disebut Tak Bisa Dilanjutkan

Ivan Setyadhi
KPK Akui Banyak Nama Disebut Tak Bisa Dilanjutkan
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak mau buru-buru atau diburu-buru dalam menanggapi buku merah yang menyebut nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menegaskan, sebut-menyebut nama dan saling tuding sudah jadi barang lama di KPK.

"Kalian kan tahu banyak sekali nama-nama selalu disebut, nama-nama selalu ditulis. Oleh karena itu kehati-hatian KPK untuk kemudian menindaklanjutinya," kata Saut di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Apalagi kata Saut, jika isu dilempar tanpa menyertai bukti lain atau informasi kuat adanya dugaan penerimaan uang.

"Kalau memang kami belum bisa mengembangkan lebih lanjut, kami tidak bisa melanjutkan. Sebelumnya juga banyak nama orang besar disebut tapi kami tidak bisa melanjutkan itu," terangnya.

Munculnya nama Tito Karnavian dibuka kembali oleh Indonesialeaks. Jaringan media investigasi itu mengulas sebuah buku bersampul merah yang diduga berisi catatan aliran dana pengusaha Basuki Hariman kepada sejumlah pejabat negara.

Basuki adalah terpidana suap yang ditangani KPK. Dalam catatan buku merah itu tertulis nama Tito, sebagai pihak yang diduga ikut menerima uang Basuki. Ketika itu, Tito masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. [ton]

#KPK
BERITA TERKAIT
KPK Titip 10 Eks Anggota DPRD Malang ke Kejati
Kasus Meikarta, KPK Akan Periksa Deddy Mizwar
KPK Siapkan Strategi Khusus Usut BLBI
KPK Tak Lupakan Kasus Pelindo II
KPK Periksa Humas Sampai Staf Keuangan PN Jaksel
Irwandi Yusuf Tak Tahu Soal Suap di Aceh Marathon
Korupsi Gedung IPDN, KPK Dalami Peran 2 BUMN

ke atas