DUNIA

Jumat, 12 Oktober 2018 | 11:07 WIB

Kiamat 6,5 Miliar Tahun Lagi

Kiamat 6,5 Miliar Tahun Lagi
Ledakan-ledakan yang terjadi di permukaan matahari (Foto: nationalgeographic)

INILAHCOM, Jakarta--Sejumlah pakar memperkirakan hari kiamat akan tiba pada waktunya, tapi masih 6,5 miliar tahun lagi ketika manusia sudah tidak ada.

Majalah Astrophysical Journal yang dikutip dari laporan VOA, Jumat (12/10/2018) menyebutkan, para ahli menghitung, bumi masih punya waktu kira-kira 6,5 miliar tahun lagi sebelum kehidupan di planet ini tidak bisa lagi dipertahankan. Sebab pada waktu itu, matahari akan mulai membengkak, sampai akhirnya menjadi benda angkasa yang besarnya 200 kali dari sekarang, dan memancarkan panas yang sangat tinggi.

Suhu yang tinggi itu akan menguapkan semua air di laut, sungai dan danau, dan membunuh segala bentuk kehidupan di bumi. Sistem tata surya yang sekarang, kata para ahli, dengan satu matahari dan sembilan planet yang beredar di sekelilingnya, termasuk bumi, tercipta kira-kira 4,5 miliar tahun yang lalu.

Hasil penelitian terhadap matahari atau bintang yang terdapat dalam sistem tatasurya lain menunjukkan, matahari yang kita lihat tiap hari itu, umurnya sudah hampir mencapai separuh masa hidupnya, yang diperkirakan 12 miliar tahun.

Para pakar menggolongkan matahari ke dalam bintang kelas G, diukur dari tingkat cahaya, serta warna radiasinya yang tampak dari bumi. Suhu di permukaannya sekarang diperkirakan sekitar 5.700 derajat Celsius.

Saat ini matahari masih berada dalam fase utama yang stabil, dimana ia terus membakar persediaan gas hidrogen yang terkandung di dalamnya. Sebagai bintang dari kelas G, matahari diperkirakan akan terus berada dalam fase itu selama 6,5 miliar tahun lagi.

Setelah matahari mencapai umur 11 miliar tahun, benda angkasa itu akan memasuki fase perkembangan berikutnya, dan menjadi apa yang digambarkan sebagai bintang raksasa yang berwarna merah.

Bintang raksasa itu terbentuk karena gas helium yang terdapat di bagian intinya meledak, sehingga matahari menggelembung 200 kali lebih besar dari ukurannya yang sekarang, dan cahayanya-pun 2.000 kali lebih terang.

Kemudian, untuk masa 150 juta tahun berikutnya, suhu matahari akan turun lagi, karena helium yang terdapat di bagian intinya sudah habis. Tapi gas helium yang terdapat di lapisan-lapisan lebih luar akan meledak secara beruntun, serta melemparkan bagian-bagian yang hancur itu ke angkasa, sehingga bobot atau massa matahari akan terus berkurang.

Satu juta tahun kemudian, matahari terus menyusut ukurannya, sampai cahayanya redup dan akhirnya hilang sama sekali.

Manusia mungkin sudah pindah ke planet lain, lama sebelum semua itu terjadi, dan bisa menyaksikan sistem tatasurya yang mati itu; sebagai sebuah bintang gelap atau bintang hitam yang dikelilingi planet-planet yang hangus terbakar. [voa/lat]

#Kiamat #6,5Miliar
BERITA TERKAIT
Tentara Dua Korea Periksa Bongkar Pos Penjaga
Bocah 'Kaos Messi' Diburu Taliban
Maduro Tuduh AS Ingin Membunuhnya
Pakistan Kecam Deplu AS soal Kebebasan Beragama
Mantan Pengacara Trump Dihukum 3 Tahun Penjara
Thailand Jadi Negara Asia Pertama Legalkan Ganja
AS Tolak Permintaan PBB untuk Bantu Korea Utara

ke atas