NASIONAL

Jumat, 12 Oktober 2018 | 11:30 WIB

Kasus PLTU Riau, KPK Periksa Dirut PJB

Ivan Setiadi
Kasus PLTU Riau, KPK Periksa Dirut PJB
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT. Pembangkit Jawa-Bali (PJB), Iwan Agung Firstantara.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, bos PJB itu sedianya bakal diperiksa terkait kasus dugaan suap pengurusan proyek PLTU Riau-1.

"Gunawan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IM (Idrus Marham)," kata Febri saat dikonfirmasi, Jumat (12/10/2018).

Diketahui, dalam kasus ini KPK telah menjerat tiga orang sebagai tersangka. Dua diantaranya merupakan kader Golkar, yakni Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham.

Sementara satu tersangka berasal dari unsur swasta pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo. Eni dan Idrus diduga bersama-sama menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap.

Eni mengaku sebagian dari Rp2 miliar yang dirinya terima dari Kotjo digunakan untuk keperluan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar pada Desember 2017.

Adanya aliran dana ke Munaslub Golkar ini diperkuat dengan dikembalikannya uang sebesar oleh pengurus Partai Golkar ke lembaga antirasuah. Total uang terkait proyek PLTU Riau-1 yang telah dikembalikan Rp2,962 miliar. Rinciannya, Rp2,25 miliar dari Eni dan Rp712 juta dari salah satu kader Partai Golkar.

KPK pun sudah memeriksa sejumlah saksi dari Golkar dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Mereka yang telah diperiksa mantan Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar Setya Novanto, putra Setnov Rheza Herwindo, hingga Ketua Fraksi Golkar Melchias Marcus Mekeng.

#KPK #PLTURiau #Golkar
BERITA TERKAIT
Penyidik KPK Diperiksa Di Polda Metro, Ada Apa?
Minta Maaf, Bupati Bekasi Janji Kooperatif
Kubu Lucas Siapkan Bukti Lawan KPK di Praperadilan
KPK Mulai Periksa Para Tersangka Suap Meikarta
(Kasus Sel Mewah Sukamiskin) Kasus Sukamiskin, KPK Periksa Fuad Amin & Wawan
Ridwan Kamil Akan Review Proyek Meikarta
KPK Kasasi Putusan Banding Fredrich Yunadi

ke atas