EKONOMI

Jumat, 12 Oktober 2018 | 17:36 WIB
(Pertemuan IMF-World Bank)

Banyak Negara Terjerat Utang, Ini Kata Bos IMF

Banyak Negara Terjerat Utang, Ini Kata Bos IMF
Presiden Joko Widodo dan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Nusa Dua - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde mengungkapkan, peningkatan kerentanan utang global menjadi salah satu tantangan bagi perekonomian dunia saat ini.

Lagarde dalam Rapat Pleno Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018), mengungkapkan, utang publik dan swasta menyentuh US$182 triliun. Atau setara 224% dari Produk Domestik Bruto (PDB) global. Lebih tinggi 60% ketimbang posisi 2007.

"Saat kondisi keuangan mengetat, arah angin dapat berubah-terutama bagi negara-negara berkembang - dan menyebabkan aliran modal keluar. Dan hal ini dapat dengan mudah bergerak cepat dan merembes ke negara-negara lain, dengan dampak yang nyata terhadap masyarakat," kata Lagarde.

Tantangan kerentanan utang ini berkaitan dengan ketidakseimbangan global yang terjadi antara negara-negara yang terbebani defisit transaksi berjalan (current account deficit/ CAD), serta negara yang mencatat surplus.

Lagarde memandang, untuk melindungi stabilitas perekonomian global, negara-negara dengan defisit dan surplus yang berlebihan, perlu saling kooperatif.

Selain itu, lanjut Lagarde, Untuk mencegah risiko nyata dari kerentanan utang dan ketidakseimbangan global, maka kebijakan dalam negeri suatu negara perlu dilengkapi dengan jaring pengaman keuangan global, seperti Inisiatif Chiang Mai, kesepakatan pendanaan regional.

"Dan ini dapat dilakukan dengan diiringi lembaga yang sering diminta untuk membantu-IMF. Memastikan bahwa IMF memiliki sumber daya yang dibutuhkan memerlukan adanya kerja sama internasional," ujarnya.

Seperti diketahui, IMF dalam beberapa waktu terakhir menyepakati tambahan utang bagi Argentina yang tengah dilanda krisis. [tar]

#Utang #IMF #PDB
BERITA TERKAIT
BI: Cadev November Tertolong Penguatan Uang Garuda
Disebut Hidup dari Utang, Menko Luhut tak Terima
Cetak Sawah di Bone Siap Genjot Produksi Padi
Organda Galau Asing Kuasai Transportasi Publik
(Hut KPR Ke-42) Bank Pelat Merah Ini Dorong Peran Aktif Milenial
Konflik Agraria, Jokowi Diharap Lebih Pro Rakyat
KLHK Ingin Merkuri Jadi Masa Lalu

ke atas