NASIONAL

Jumat, 12 Oktober 2018 | 16:46 WIB

Jokowi Ajak Pemimpin Negara Tak Saling Menjatuhkan

Ray Muhammad
Jokowi Ajak Pemimpin Negara Tak Saling Menjatuhkan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Antara)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh pemimpin negara di dunia untuk tak sibuk saling menyerang satu sama lain di tengah ancaman ekonomi global yang terus meningkat.

Jokowi pun menuturkan, tidak tepat rasanya bila seluruh negara masih memikirkan rivalitas dan kompetisi yang saling menjatuhkan satu sama lain di tengah ancaman kondisi lingkungan yang juga semakin meningkat.

"Apakah kita telah terlalu sibuk untuk bersaing dan menyerang satu sama lain sehingga kita gagal menyadari adanya ancaman besar yang membayangi kita semua? Apakah kita gagal menyadari adanya ancaman besar yang dihadapi oleh negara kaya maupun miskin oleh negara besar ataupun negara kecil?" ujar Jokowi pada sesi pleno Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (12/10/2018).

Presiden RI pun mengharapkan para pembuat kebijakan moneter dan fiskal dunia untuk sennatiasa menjaga komitmen kerja sama global. Ia memandang bahwa melihat situasi saat ini, dunia memerlukan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal yang mampu menyangga dampak dari perang dagang, disrupsi teknologi, dan ketidakpastian pasar.

"Saya harap bapak, ibu semua mampu menyerap tenaga dan memetik inspirasi indahnya alam Bali dan Indonesia untuk menghasilkan kejernihan hati dan pikiran dalam memperbaiki kondisi finansial global untuk kebaikan kita bersama," tuturnya," tuturnya.

Kembali ke serial Game of Thrones, Jokowi mengaku tahu akan akhir cerita dari seri terakhir serial tersebut yang akan tayang di tahun depan. Menurutnya, seri terakhir itu akan memberikan pesan moral soal penderitaan yang pasti akan dialami masing-masing pihak yang berselisih.

"Ketika kemenangan sudah dirayakan dan kekalahan sudah diratapi barulah kemudian kedua-duanya sadar bahwa kemenangan maupun kekalahan dalam perang selalu hasilnya sama, yaitu dunia yang porak-poranda. Tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah kehancuran. Tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi yang terbesar di tengah dunia yang tenggelam," ungkapnya.

#Jokowi
BERITA TERKAIT
Jokowi-Gus Sholah Berdiskusi di Ruang Bersejarah
Siti Maryani Warga Jombang Jahit Baju Jokowi
Kuis Jokowi Tak Berhadiah Sepeda
Khofifah Akui Ada Potensi Suara Besar dari Maruf
Ganjar Akui Markas Prabowo di Jateng Berpengaruh
(Narasi Jokowi) Usai Fakultas Kelapa Sawit, Terbit Petai & Jengkol
Temui Jokowi, Ganjar-Rudyatmo Bahas Pemilu

ke atas