EKONOMI

Senin, 15 Oktober 2018 | 10:00 WIB
(Pertemuan IMF-World Bank)

Sri Mulyani Dinginkan Negara Pelopor Perang Dagang

Sri Mulyani Dinginkan Negara Pelopor Perang Dagang
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Nusa Dua - Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta AS dan China untuk lebih menahan diri agar potensi perang dagang mengecil. Negosiasi perlu dikedepankan dengan filosofi saling menguntungkan.

"Solusinya China bersedia melakukan perundingan dan AS punya concern yang bersifat langsung dan terbuka secara konsisten," kata Sri Mulyani di Nusa Dua, Bali, Sabtu (12/10/2018).

Sri Mulyani mengakui, terdapat upaya dari negara-negara yang terlibat dalam perang dagang untuk melakukan perundingan. Misalnya, AS telah memberikan sinyal untuk merundingkan kesepakatan perdagangan dengan negara mitra dagang seperti Meksiko, Kanada, Korea Selatan, Uni Eropa dan Jepang.

Sri Mulyani mengharapkan upaya perundingan dagang ini juga dilakukan antara AS dan China, yang selama ini melakukan perang tarif, untuk menghasilkan kesepakatan bersama. "Mudah-mudahan dengan China juga sama untuk mengurangi tensi," ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Sebelumnya, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengatakan eskalasi perang dagang dunia yang terus berlanjut dapat menurunkan satu persen Produk Domestik Bruto (PDB) global dalam dua tahun ke depan.

Demi kepentingan bersama, maka negara-negara di dunia perlu menurunkan tensi perang dagang dunia, sekaligus mereformasi sistem perdagangan global menuju tatanan atau rantai ekonomi yang lebih adil bagi masyarakat luas.

Selain itu, Lagarde menegaskan semua negara perlu bekerja sama untuk menangani permasalahan dalam sektor perdagangan serta konsisten melakukan reformasi struktural. [tar]

#MenkeuSMI #PerangDagang
BERITA TERKAIT
Jaga Rupiah, Sri Mulyani Pelototi Ekonomi Dunia
Menkeu Yakin Pajak itu untuk Keadilan
Sri Mulyani Raih Best Communicators of The Year
Ogah CAD Membesar, Sri Mulyani Dorong Duit Masuk
Pajak Seret, Sri Mulyani Minta Bantuan 3 K/L
Rizal: Tim Ekonomi Jokowi Kelasnya Medioker
Indonesia-Australia Genjot Kerja Sama Ekonomi

ke atas