MOZAIK

Rabu, 17 Oktober 2018 | 10:00 WIB

Tuhan Mendekat Tapi Hamba-Nya Menjauhi

Tuhan Mendekat Tapi Hamba-Nya Menjauhi
(Foto: Ilustrasi)

BANYAK yang mengeluh tidak mendapat hidayah dan Tuhan meninggalkannya. Apakah memang benar demikian?

Al-Junaid berkata, "Ketahuilah bahwa Allah Ta'ala mendekati hati hamba-Nya sesuai dengan seberapa dekat hamba tersebut mendekati-Nya. Jadi, lihatlah seberapa dekat hatimu kepada-Nya."

Dapat kita pahami bahwa apa yang terjadi di hati kita berupa kekeringan jiwa dan kekosongan ruh disebabkan jauhnya ia dari Sang Penggenggam Hati dan Jiwa. Dan yang harusnya kita lakukan bukan sekadar mengeluh dan putus asa semakin menjauhi-Nya, melainkan berusaha dengan segala daya dan upaya tuk mendekati-Nya.

Sebagaimana Al-Fudhail berkata, "Yang Allah inginkan darimu hanya niat dan keinginan yang kuat (iradah)."

Mari kita mulai dengan hal-hal kecil, seperti bersegera memenuhi panggilan-Nya ketika adzan, sebagaimana kita bersegera mengangkat dering telepon. Karena sungguh, setiap hal memiliki pengganti, tetapi Allah takkan pernah terganti. []

#Allah #Tuhan #Manusia
BERITA TERKAIT
Ruang Jiwa Kita Butuh Cahaya Ilahi
Ini Alasan Allah Bertanya 31 Kali dalam Ar-Rahman?
Mati Bersama Allah
Ingat! Utang akan Susahkan Kita di Akhirat
Akhlak Mulia Masyarakat Arab yang Belum Sempurna
Doa Rasulullah: "Berilah Kesusahan Baginya"
Khusyu, Pelengkap dari Ibadah Salat

kembali ke atas