EKONOMI

Selasa, 16 Oktober 2018 | 12:01 WIB

Ini Cerita NextICorn Digital Paradise Weekend

Wahid Ma'ruf
Ini Cerita NextICorn Digital Paradise Weekend
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Legian - NextICorn Digital Paradise berhasil memfasilitasi 1.035 pertemuan antara startup lokal dengan investor hanya dalam waktu 1,5 hari, dan menjadi 294 tindak lanjut sejak acara tersebut digelar.

Lebih dari 108 startup Indonesia dan 125 pemodal ventura global bertemu di Digital Paradise Weekend yang digelar pada Sabtu dan Minggu, 13-14 Oktober 2018 di Legian, Bali. NextICorn kali ini merupakan event kedua setelah Inaugurasi NextICorn pertama dilaksanakan pada Mei 2018 lalu.

Berkesempatan hadir di kedua event NextICorn, CEO & Co-Founder Go-Rework, Vanessa Hendriadi Li mengapresiasi ini sebagai langkah tepat pemerintah dalam mendorong percepatan lahirnya unicorn baru Indonesia. Saya sangat percaya bahwa masa depan ekonomi kita akan digerakkan oleh perusahaan-perusahaan digital ini. Jadi sangat krusial bagi pemerintah untuk sadar dan terlibat langsung dalam grooming para startup lokal hingga menjadi unicorn, jelas Vanessa seperti mengutip laman resmi Kementerian Kominfo.

Vanessa Li, CEO Go-Rework

Menurut Vanessa, pemerintah didukung dengan data dan profil yang tepat untuk mewujudkan tujuan lahirnya unicorn baru Indonesia tersebut. Saya percaya negara kita punya data dan profile yang tepat, data demografik, profil ekonomi untuk dapat mendorong lahirnya unicorn-unicorn baru di Indonesia, papar Vanessa.

Senada dengan Vanessa, Co-Founder dan General Partner KK Fund Kuan Hsu juga menganggap NextICorn sebagai contoh upaya pemerintah yang tepat untuk mendukung ekosistem digital di Indonesia.

Melalui NextICorn pemerintah Indonesia telah memberi contoh yang sangat baik tentang cara men-support ekosistem startup. Bukan hanya dukungan dengan hadir secara fisik di sini, pemerintah juga sangat terbuka dalam berbagi pandangan akan potensi berkembangnya ekosistem startup, serta apa yang bisa dilakukan dari sisi regulasi. Jadi saya sangat terkesan dan bersemangat melihat apa yang pemerintah Indonesia lakukan melalui Nexticorn ini, jelas Kuan Hsu.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa selama dua hari hadir di sini, ia mendapat gambaran yang sangat baik akan perkembangan startup di Indonesia. Sebagai VC (pemodal ventura, red.), tentu outcome yang saya harapkan adalah investasi. Bagi kami yang tidak berkantor di Indonesia, melihat para startup berdiskusi dengan para VC di sini memberi gambaran yang baik tentang apa yang terjadi di Indonesia, papar Kuan Hsu.

"Kami sangat senang dapat bertukar informasi, belajar dari sisi regulator pemerintah Indonesia, pandangan mereka tentang trend digital terkini, serta bertemu dan ngobrol dengan para inkubator digital dan pelaku di ekosistem."

Rentang Waktu Singkat, Board Sebut NextICorn Kali Ini Ambisius

NextICorn International Convention Digital Paradise Wekeend ini diselenggarakan hanya dalam rentang waktu 5 bulan dari inaugurasi pertamanya pada Mei 2018 lalu. Menurut Lead Coordinator of NextICorn Roadshow Calendar, Ridzki Syahputera, pelaksanaan kali ini dapat dibilang ambisius.

Lead Coordinator of NextICorn Roadshow Calendar, Ridzki Syahputera

Kami melihat ada peluang luar biasa di mana seluruh ekosistem terkait membicarakan tentang IMF-World Bank, temanya pun berkaitan dengan pengembangan human capital, infrastruktur, situasi terkini ekonomi. Board merasa ini saat yang tepat untuk melengkapi satu tema yang akan berperan penting di masa depan, yaitu ekonomi digital. Kami percaya ekonomi digital akan menjadi salah satu yang menggerakkan pertumbuhan Indonesia di masa depan, jelasnya.

Ridzki juga menaruh harapan besar agar NextICorn dapat terus berlanjut, melihat perkembangannya yang semakin baik sejak pelaksanaan event pertama Mei lalu. Komunitas ini semakin tumbuh besar sejak pelaksanaan yang pertama, dan saya harap NextICorn lima tahun ke depan akan dapat terus terselenggara dan berkelanjutan. Masih banyak investor di luar yang dapat kita jangkau, yang akan kita identifikasi dan bawa mereka ke negara kita untuk bantu menumbuhkan pelaku usaha di Indonesia, tegas Ridzki.

#EkonomiDigital #StartUp #SidangIMF-WB
BERITA TERKAIT
Pemilu 2019, Cashbac Beri Diskon Belanja Menarik
Era Jokowi, Start-Up RI Nomor Wahid di ASEAN
Kominfo Apresiasi Derasnya Bisnis Start-Up
Hore..OJK Basmi 1.033 Investasi dan Fintech Bodong
Mau Mudik Gratis? Daftar ke AP I Mulai 22 April
KKP Dukung Pengembangan Ekonomi Sirkular
KLHK Terus Pantau Titik Panas di Kutai

kembali ke atas