PASAR MODAL

Rabu, 17 Oktober 2018 | 01:15 WIB

Konsolidasi, Sandimas Group Baru akan IPO 2025

Ahmad Munjin
Konsolidasi, Sandimas Group Baru akan IPO 2025
(Foto: Inilahcom/Ahmad Munjin)

INILAHCOM, Jakarta Dalam cetak biru perseroan, Sandimas Group sudah menetapkan rencana untuk mencari pendanaan melalui mekanisme penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) pada 2025.

Hasan Basli, Chief Finance Officer Sandimas Group mangatakan hal itu. "Masih lama. Sebab, sekarang kita masih harus mengonsolidasikan berbagai PT (perseroan terbatas) yang kami miliki," katanya di sela-sela acara re-Launching Sandimas Home Center (showroom) yang sekaligus head office di Jl. Muara Karang Blok L-IX Selatan No 1-7, Jakarta Utara, Selasa (16/10/2018).

Kalau minimum asset turnover ratio di market sudah mencapai Rp5-6 triliun, menurut Basli, perseroan baru bisa melakukan IPO. "Sekarang ada beberapa PT yang masih di luar grup Sandimas padahal pemegang sahamnya hampir sama," ucapnya.

Saat ini, kalau perusahaan-perusahaan tersebut dikonsolidasikan, asset turnover ratio-nya sudah melampaiui nilai triliun. "Akan tetapi, masih Rp1 T ke atas. Kita kan tahu, IPO kalau tidak mencapai hitungan T (triliun) kan tak ada guna," timpalnya.

Sebelumnya, perseroan mengagendakan IPO pada 2023. "Hanya saja, perkembangan market tidak sesuai dengan harapan kami, rencana tersebut diundur ke 2025," ucapnya.

Saat ini, pendanaan perseroan masih mengandalkan perbankan nasional sebesar 40%. "Enam puluh persen masih berasal dari share holder," paparnya.

Dari sisi biaya, pendanaan dari pasar modal tentu lebih murah dibandingkan perbankan. "Masalahnya, kita enggak mungkin IPO hanya untuk ambil uang. Tujuan IPO kan supaya kita bisa tumbuh lebih tinggi,"ungkap dia.

"Untuk IPO kita sudah punya blue print-nya. Kita pakai konsultan untuk membuat road map menuju IPO. Kalkulasinya pasca-Pilpres 2019 tergantung pada situasi fundamental ekonomi dan market saat itu. Sekarang market-nya masih volatile," imbuhnya. [jin]

#IPO #SandimasGroup #HasanBasli
BERITA TERKAIT
JAYA Yakin Bisa Naikkan Kinerja hingga 300%
Usai IPO, PT Armada Berjaya Berani Borong 61 Truk
Pendatang Baru di BEI, Saham JAYA Meroket 50%
Inilah Makna Bila Klub Bola Masuk Bursa
Bank Kalsel Bersiap IPO
BEI Kejar Target IPO Capai 100 Emiten Baru
BEI Belum akan Turunkan Fee Transaksi Saham

ke atas