MOZAIK

Senin, 22 Oktober 2018 | 08:00 WIB

Apakah Hanya Aku Tempatmu Bergantung, Hamba-Ku?

Apakah Hanya Aku Tempatmu Bergantung, Hamba-Ku?
(Foto: ilustrasi)

KETAHUILAH bahwa hati itu dalam perjalanan menuju Allah Ta'ala dan negeri akhirat. Jalan yang benar sudah ditunjukkan. Begitu pula ujian jiwa dan amal, penghambat-penghambat jalan yang dapat disingkirkan dengan cahaya, kehidupan, dan kekuatannya dengan kesehatan pendengaran dan penglihatannya.

Ada lima perkara yang akan memadamkan cahaya hati, menutupi penglihatan dan menyumbat pendengarannya, membuatnya bisu dan tuli, melemahkan kekuatannya, menggerogoti kesehatannya dan menghentikan tekadnya. Adapun kelima perkara itu ialah banyak bergaul dengan manusia, mengumbar harapan, bergantung kepada selain Allah, kenyang dan banyak tidur. Siapa yang tidak merasakan semua ini, berarti hatinya mati. Sementara luka pada orang yang sudah mati tidak membuatnya merasa sakit.

Tidak ada kenikmatan, kelezatan, kesenangan dan kesempurnaan kecuali dengan mengetahui Allah dan mencintai-Nya, merasa tentram saat menyebut-Nya, senang berdekatan dengan-Nya, dan rindu bersua dengan-Nya. Inilah surga dunia baginya, sebagaimana dia tahu bahwa kenikmatannya yang hakiki adalah kenikmatan di akhirat dan di surga. Dengan begitu, dia mempunyai dua surga.

Surga yang kedua tidak dimasuki sebelum dia memasuki surga yang pertama. Lima perkara ini menjadi penghalang antara hati dan Allah, menghambat perjalanannya dan menimbulkan penyakit di dalamnya, antara lain bergantung kepada selain Allah. Bergantung kepada selain Allah merupakan perusak hati yang paling besar, dan tidak ada yang lebih berbahaya selain dari hal ini, tidak ada yang lebih menghambat kemaslahatan dan kebahagiaannya selain dari hal ini.

Jika hati bergantung kepada selain Allah, Allah menyerahkannya kepada sesuatu yang dijadikannya sebagai tempat bergantung. Padahal, apa yang dijadikan sebagai tempat bergantung itu dihinakan Allah dan dia tidak mendapatkan maksudnya karena dia beralih kepada selain Allah sehingga dia tidak mendapatkan apa yang ada di sisi Allah dan tidak mendapatkan dari apa yang dijadikannya sebagai tempat bergantung seperti yang diharapkannya.

Firman Allah Ta'ala, Dan mereka telah memilih tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka, sama sekali tidak! Kelak mereka (sesembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan akan menjadi musuh bagi mereka. (QS Maryam, 19:81-82)

Orang yang paling hina adalah yang bergantung kepada selain Allah karena orang yang bergantung kepada selain Allah seperti orang yang berlindung dari panas dan dingin dengan rumah laba-laba karena rumah laba-laba merupakan rumah yang paling rapuh.

Secara umum, landasan dan pondasi syirik adalah bergantung kepada selain Allah sehingga pelakunya mendapat kehinaan dan celaan. Allah berfirman, Janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau menjadi tercela dan terhina. (QS Al-Isra, 17:22)

Maka perhatikanlah apa-apa yang menjadi tempat kita bergantung. Apakah hanya Dia satu-satunya? Seolah Allah berkata, Apakah hanya Aku tempatmu bergantung duhai hamba-Ku?

[Ditulis ulang dari karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah]

#Amal #Hidayah
BERITA TERKAIT
Penyebab tak Tercatatnya Amal Selama di Dunia
Cendekiawan Nasrani: Dimanakah Allah?
10 Tanda Kiamat Menurut Hadis
Mencari Akhirat Bukan Berarti Mengharamkan Dunia
Hidup Sederhana
Dipanggil Pulang Studi Gara-gara Mengeluh
Syair: Likukan Nurani

ke atas