BOLA

Jumat, 26 Oktober 2018 | 21:01 WIB

Lagu OASIS dan Keberuntungan di Hidup Guardiola

Arif Budiwinarto
Lagu OASIS dan Keberuntungan di Hidup Guardiola
(Foto: bbc)

INILAHCOM, Manchester - Sejak memulai pekerjaan sebagai pelatih Manchester City pada 2016 Pep Guardiola punya banyak pengalaman baru dalam hidupnya, mulai dari musik, sampai insiden mengerikan.

Guardiola resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Manchester City di awal musim 2016-17. Datang dengan membawa sebutan pelatih spesialis juara berkat prestasinya bersama Barcelona dan Bayern Munchen, Guardiola diliputi ekspektasi besar bisa membawa City meraih gelar juara liga.

Di musim perdananya, Guardiola belum mampu mempersembahkan satu gelar pun. Namun, ia membuktikan kualitasnya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia dengan mengantarkan City jadi kampiun Liga Premier Inggris serta Piala Liga Inggris 2017-18.

Memasuki tahun kedua tinggal di kota Manchester, Guardiola mulai bisa beradaptasi dan menikmati kehidupan di salah satu kota besar di Inggris tersebut. Dalam setiap pertandingan kandang, fans City kerap menyanyikan lagu Dont Look Back in Anger yang dipopulerkan oleh grup band OASIS.

Saking seringnya mendengar lagu tersebut, juru taktik asal Spanyol mulai menyukai lagu ciptaan Noel Gallagher yang merupakan fans berat The Citizens. Guardiola menyebut ada lirik di lagu tersebut yang menggambarkan kehidupannya sekarang.

Slip inside the eye of your mind

Don't you know you might find

A better place to play

"Saya suka lagu ini, Anda tidak bisa membayangkannya seperti apa. Ini luar biasa," kata Guardiola dalam wawancara khusus dengan BBC.

"Lagu ini karya besar, lagu terbaik yang pernah saya dengarkan. Setiap kali kami keluar rumah kami selalu menyanyikan lagu ini bersama-sama. Saya menyukainya," ia menambahkan.

Hidup Juga Tentang Keberuntungan

Lebih lanjut Guardiola bercerita mengenai pengalaman mengerikan yang dialami pada anggota keluarganya saat terjadi ledakan bom di Manchester.

Saat teror bom terjadi di kota Manchester pada 27 Mei 2017, Guardiola panik setelah mengetahui istri dan dua anak perempuannya berada di lokasi kejadian, Manchester Arena, menyaksikan konser Ariana Grande.

Guardiola mengaku kehilangan kontak dengan keluarganya begitu tersiar adanya ledakan bom.

"Ketika serangan bom terjadi, saya sedang berada di rumah bersama anak laki-laki saya, sedangkan istri dan anak perempuan saya berada di (Manchester) Arena."

"Dia menelpon saya tetapi panggilan kemudian terputus. Dia mengatakan ada ledakan dan kami mencoba keluar tetapi tidak tahu apa yang terjadi."

"Saya coba menelponnya, tetapi tidak ada jawaban. Kami kemudian datang ke Arena, lima sampai enam kemudian dia menelpon saya dan mengatakan kami sudah berada diluar dan menuju ke rumah.

"Pada akhirnya kami semua beruntung. Banyak orang terluka, dan kami beruntung. Hidup seperti ini. Kami berada di posisi lebih baik dari pada mereka yang kurang beruntung," ia memungkasi.

#LigaInggris #ManCity #Guardiola
BERITA TERKAIT
Kovacic: Lovren Bikin Liverpool Sulit Juara Liga
Gabung Liverpool Bikin Alisson Sedikit Tertekan
Arsenal Ingin Datangkan Juan Mata Januari
Jalani Operasi Kedua, Semoga Welbeck Cepat Pulih
Skuad MU Tak Miliki Kepercayaan Diri
Terlibat Perjudian Sturridge Terancam Sanksi
Komentari Wasit, Guardiola Terancam Didakwa FA

ke atas